Search This Blog

Monday, 26 November 2012

Khasiat dan Manfaat Buah Matoa

Habitat matoa memang menyebar di Sumatra, Jawa, Sulawesi, Pulau Sumbawa (NTB), Maluku, dan Papua. Di Sumatra matoa sering disebut kasai, pakam, dan kungkil. Sunda: leungsir, Jawa: kayu, sapi, Kalimantan: kasai gunung, pakam, kungkil, Sulawesi: landing, kase, nautu, latut. Nama matoa sendiri berasal dari Maluku. Sebutan lainnya hatobu, ngaeke, ngaahe, kai. Di papua: ihi, miti, habele, dan tawa.

Dalam perdagangan internasional matoa kerap dikenal sebagai Fijian longan. Pohonnya memang banyak ditemukan di negara yang terletak di Samudra Pasifik itu. Penduduk setempat menyebutnya dawa.

Pohon matoa mencapai ketinggian 50 m. daun berukuran besar, bundar sampai bundar memanjang. Tulang daun tegas menonjol kebawah, dan tepi bergerigi. Tangkainya mencapai 1 m. bunga majemuk muncul dari ujung tangkai daun.

khasiat, manfaat, buah. matoa, manfaat buah matoa

Buah bulat lonjong seukuran telur puyuh. Kulit licin, berwarna hijau waktu muda, cokelat kehitaman begitu masak. Kulit buah tipis dan kering melindungi daging yang bening, kenyal, manis, dan berair. Di dalamnya ada biji kecil berwarna cokelat kehitaman dan mengkilap.

Hasil observasi Sudarmono, peneliti Kebun Raya Bogor, matoa asal Indonesia timur yaitu Sulawesi, Maluku, dan Papua, lebih manis dan berdaging lebih tebal. Rasanya kombinasi rambutan, lengkeng, dan durian. Selain dimakan segar, buah dibuat manisan, sirup, atau jeli. Para pendatang di Papua sangat menyukai anggota keluarga Sapindaceae itu sebagai buah meja. Uniknya matoa justru kurang popular dikalangan penduduk asli cendrawasih itu. Di Sumtera Selatan penduduk menikmati panggangan biji yang berlemak. 

Beberapa manfaat dari pohon matoa, diantaranya:

Kulit kayu dipakai masyarakat priangan untuk mengobati luka. Penduduk Papua menggunakan daun yang besar sebagai mulsa pada penanaman gembili atau gadung. Di Malaysia rebusan daun dan kulit kayu dipakai mandi untuk mengatasi demam. Kayunya cukup kuat untuk tiang bangunan, lantai, kusen, dan perahu.

Masyarakat Fiji menggunakan ekstrak daun matoa untuk menghitamkan rambut. Rendam daun di air panas baik untuk mengobati disentri. Sedangkan influenza dan nyeri tulang sendi diobati dengan cairan yang diperas dari kulit kayu bagian dalam. Konon kayu itu juga bersifat kontraseptif.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

Sunday, 25 November 2012

CARA MUDAH Budidaya Kedondong Cara Sambung Pucuk

Bagi sebagian orang yang memiliki hobi merawat tanaman yang mungil alias bonsai tentunya memiliki kepuasan batin tersendiri apabila tanaman tersebut menunjukan penampilannya yang prima, dan kita pun tentunya akan merasa betah merawatnya. Ada beberapa tanaman yang biasa dijadikan bonsai seperti cemara udang, karet korea, kianti, rhododendron, soka, kemuning dan tanaman hias lainnya. Namun kali ini saya akan berbagi info tentang pembuatan bonsai dari jenis tanaman buah yaitu dari buah kedondong atau sering disebut kedondong sambung pucuk.

Bonsai kedondong agar lebih indah dilihat sebaiknya menggunakan kedondong hutan atau biasa disebut kedondong cina untuk dijadikan bonggolnya, yang disambung pucuk dengan kedondong bangkok. Bonggol kedondong dengan ukuran 60-80 cm dan tinggi 1,5 m akan tampak seperti mengenakan mahkota. Karena di ujung batangnya yang tumpul bermunculan ranting yang sarat dengan buah.

budidaya, kedondong, sambung, pucung, budidaya kedondong

Syarat bonggol yang dipakai

Agar tampak eksotik, bonggol kedondong cinanya dipilih yang bagus, lebih baik lagi kalau bisa mendapatkan yang beralur-alur sehingga tampak tua umurnya. Lingkar batang pohon dipilih yang berukuran 60-80 cm. selanjutnya untuk mempermudah penyambungan, batang dipotong-potong dengan panjang tergantung kebutuhan, antara 1-1,5 m. pemotongan bisa dilakukan dengan gergaji mesin secara hati-hati, jangan sampai kulit batang terkelupas. Penggergajian harus sekali jadi dan halus bekas potongannya. Ini sangat menentukan keberhasilan tumbuhnya akar batang bawah.
Potongan batang yang dipakai tidak sembarangan. Batang yang paling dekat dengan akar sebaiknya tidak dipakai karena terlalu berat untuk dipindahkan kedalam pot. Setelah dipotong, batang-batang “diamankan” ditempat terbuka dan terkena sinar matahari penuh, agar bekas luka kering. Pengeringan biasanya memerlukan waktu 3 hari. Setelah itu baru bisa ditanam. Sementara menunggu potongan batang menjadi kering, lubang tanam disiapkan.

Ditanam bersudut 60°

Persiapan tanam bonggol tergantung pada jumlah bonggol yang akan ditanam dan tempat yang tersedia. Bila lahan tidak luas dan bonggol hanya satu dua batang saja, penanaman bisa dilakukan disembarang tempat dan tidak diperlukan persiapan khusus. Tapi kalau bonggolnya banyak dan arealnya luas, cara tanamnya bisa dibuat alur.
Tanah dicangkul  sedalam dua cangkulan, kira-kira 40 cm. kemudian tanah dibalik lagi sambil diberi campuran pupuk urea dan TSP dengan perbandingan 1:1, sebanyak satu sendok makan. Jatah pupuk ini untuk satu batang. Jumlah pupuk tidak boleh lebih dari itu, karena bisa menyebabkan keringnya batang. Tanah siap ditanami setelah disiram terlebih dahulu. Tanah siap ditanami setelah disiram terlebih dahulu.

Batang ditanam miring 60° terhadap permukaan tanah untuk menghindari kematian, untuk itu gunakan penyanggah agar bonggol tidak roboh, penyanggah bisa terbuat dari bambu dan cukup dua batang supaya bisa disilangkan.

Butuh perangsang

Bila perawatan baik, sebulan setelah tanam akan tumbuh akar dan tunas pada bonggolnya. Perawatan meliputi perangsangan pada akar dan tunas dengan ZPT dan pupuk daun serta penyiraman satu kali. Caranya, kira-kira 75% volume cairan ZPT dan pupuk daun itu disemprotkan ke batang dan sisanya disiramkan ke tanah sekitar batang. Selain itu penyiraman dilakukan sehari 2 kali.
Penyambungan.

Apabila tunas-tunas telah bermunculan di bonggol bagian atas, selanjutnya dipersiapkan penyambungan dengan kedondong Bangkok. Tunas yang akan disambung diseleksi yang sehat dan letaknya bagus. Biasanya jumlah tunas yang tumbuh sekitar 6-7 batang. Agar tidak semerawut dan indah dipandang, tunas sebaiknya disisakan 3 batang saja.
Untuk tunas atas pilih yang sehat yaitu tidak berbintik-bintik putih, umur tunas  yang baik kira-kira sebulan dan memiliki diameter 0,5 cm, dan ujungnya dipilih yang hampir mengeluarkan daun muda. Tunas di potong maksimal 15 cm panjangnya.

Cara sambung seperti biasa, kedua tunas dipotong dan disambung dengan bentuk potongan huruf V. agar sambungan pucuk kedondong tetap menyatu diikat dengan tali plastic. Selama 2 minggu sambungan dikerudungi plastic.


Dibutuhkan waktu 6 bulan supaya berbuah matang

Jika sambungan telah berumur 2 minggu, kerudung plastiknya diberi lubang sedikit demi sedikit untuk mengurangi kelembapan yang ada dibagian dalam. Penyesuaian dengan udara luar ini dilakukan selama 3 minggu. Plastic akan dibuka seluruhnya kalau sambungan sudah jadi. Tandanya, tunas berwarna hijau, tidak layu, dan tidak ada lagi daun-daun yang gugur. Dari pentil sampai buah menjadi tua dibutuhkan waktu 6 bulan.

Pemindahan ke pot

Pot yang baik untuk tanaman ini berukuran diameter kurang lebih 1 m dengan tinggi 70-100 cm. pot itu diberi lubang secukupnya, kemudian kedalamnya ditaruh peresapan air, misalnya ijuk, pakis anggrek, atau serutan kayu jati. Medianya yang meruoakan campuran antara tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1, dimasukan setelah bahan peresap. Sebelum tanaman dipindahkan, media diberi satu sendok makan pupuk TSP.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

Cara Menanam Cabe Yang Baik dan Benar

Cara Menanam Cabe Yang Baik dan Benar

Cabai atau cabe merah adalah buah dan tumbuhan anggota genusCapsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana digunakan. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan. Bagi seni masakan Padang, cabai bahkan dianggap sebagai "bahan makanan pokok" kesepuluh (alih-alih sembilan). Sangat sulit bagi masakan Padang dibuat tanpa cabai.
Cara Menanam Cabe Yang Baik dan Benar
Cara Menanam Cabe
Menanam Cabe merupakan kegiatan budidaya pertanian yang bisa dibilang cukup kompleks. Dibandingkan dengan menanam tanaman hortikultura yang lain, menanam cabe memerlukan keahlian dan intensitas perawatan yang lebih optimal. Ada cara menanam cabe yang baik  menurut berbagi sumber dan refrensi.
Tanaman cabe cocok ditanam pada tanah yang kaya humus, gembur dan sarang serta tidak tergenang air; pH tanah yang ideal sekitar 5 - 6. Waktu tanam yang baik untuk lahan kering adalah pada akhir musim hujan (Maret - April). Untuk memperoleh harga cabe yang tinggi, bisa juga dilakukan pada bulan Oktober dan panen pada bulan Desember, walaupun ada risiko kegagalan. Tanaman cabai diperbanyak melalui biji yang ditanam dari tanaman yang sehat serta bebas dari hama dan penyakit . Buah cabe yang telah diseleksi untuk bibit dijemur hingga kering. Kalau panasnya cukup dalam lima hari telah kering kemudian baru diambil bijinya: Untuk areal satu hektar dibutuhkan sekitar 2-3 kg buah cabe (300-500 gr biji).


berikut ini adalah beberapa cara menanam cabe yang bisa anda terapkan agar supaya hasil memuaskan
  • Persiapan laha
Dalam teknik budidaya cabe, hal yang cukup penting adalah mempersiapkan lahan. Dalam hal ini Anda harus menyediakan sebidang tanah yang sudah dibuat bedengan. Bedengan adalah lahan yang sudah dibentuk seperti gundukan memanjang sebagai tempat menanam cabe.
Tanah harus sudah diolah, yaitu digemburkan, diberi air dan pupuk agar tanah bisa menjadi tempat tumbuh yang baik. Setelah itu lapisi bedengan dengan plastik khusus yang kemudian dilubangi sebagai tempat menanam benih cabe. Jarak antara satu cabe dengan yang lain adalah sekitar 50-70 cm.
  • Persiapan bibit
Salah satu cara menanam cabe adalah memilih bibit yang bagus . Pilihlah bibit cabe yang berkualitas yang bisa Anda dapatkan pada penjual bibit-bibit tanaman yang sudah terpercaya. Anda juga bisa memperoleh bibit cabe dengan cara mengambil biji dari cabe itu sendiri.
Letakkan biji cabe tersebut pada sebuah polybag yang sudah diisi campuran tanah dan pupuk kandang (satu polybag berisi satu biji cabe). Siram dengan air sedikit saja agar tanah tetap basah dan lembab.Setelah sekitar 20-30 hari, bibit cabe akan muncul dan siap dipindahkan ke bedengan yang sudah disipakan sebelumnya.

  • Penanaman
Salah satu teknik budidaya cabe meliputi cara penanamannya. Pilihlah bibit cabe yang sehat dengan ciri-ciri berbatang kuat dan memiliki daun sebanyak kira-kira 6 helai.
Lepas plastik polybag dan pindahkan bibit tersebut pada bedengan saat matahari tidak terlalu terik (lebih baik pagi atau sore). Bila bibit cabe sudah dipindahkan dalam lahan yang lebih luas, segera beri pupuk dan air secukupnya.

  • Perawatan
Perawatan tanaman adalah salah satu hal yang sangat penting dalam teknik budidaya cabe. Perawatan meliputi penyiraman, pemupukan, dan juga pengendalian hama serta penyakit.
Penyiraman bisa dilakukan sekali dalam sehari untuk menjaga tanah tidak kering, sedangkan pemupukan dapat dilakukan sekali dalam seminggu. Untuk hama, Anda bisa menggunakan obat atau pestisida yang bisa dibeli di toko-toko kimia.

  • Panen
Jika tanaman cabe sudah berbuah dan cukup masak, segera petik buah tersebut pada pagi hari. Buah cabe yang bagus untuk dipanen adalah buah yang tidak terlalu muda tapi juga tidak terlalu matang. Sesudah dipetik, segera simpan cabe-cabe tersebut di tempat yang kering dan sejuk.
Itulah beberapa cara sederhana dalam teknik budidaya cabe. Cukup mudah dilakukan dan Anda bisa mendapat hasil produksi yang memuaskan.
Dalam penanaman cabai terdapat permasalahan-permaslahan produksi
Salah satu kendala utama dalam sistem produksi cabai di Indonesia adalah adanya serangan lalat buah pada buah cabai. Hama ini sering menyebabkan gagal panen. Buah cabai yang terserang sering tampak sehat dan utuh dari luar tetapi bila dilihat di dalamnya membusuk dan mengandung larva lalat. Karena gejala awalnya yang tak tampak jelas, sementara hama ini sebarannya masih terbatas di Indonesia, lalat buah menjadi hama karantina yang ditakuti sehingga dapat menjadi penghambat ekspor buah-buahan maupun pada produksi cabai.

Upaya penanggulangan penanggulangan
Sebenarnya sudah dilakukan upaya untuk mengendalikan serangan lalat buah ini, di antaranya adalah pembrongsongan yang dapat mencegah serangan lalat buah. Akan tetapi, cara ini tidak praktis untuk dilakukan pada tanaman cabai dalam areal yang luas. Sementara penggunaan insektisida selain mencemari lingkungan juga sangat berbahaya bagi konsumen buah. Oleh karena itu, diperlukan cara pengendalian yang ramah lingkungan dan cocok untuk diterapkan di areal luas seperti di lahan sentral produksi cabai. Upaya pengendalian lalat buah pada tanaman cabai, khususnya cabai merah, adalah penggunaan insektisida sintetik karena dianggap praktis, mudah didapat, dan menunjukkan efek yang cepat.
Adiyoga dan Soetiarso (1999) melaporkan 80% petani sayuran menggunakan pestisida untuk mengendalikan penyakit tanaman. Akan tetapi penggunaan insektisida tersebut sering meninggalkan residu yang berbahaya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia (Duriat 1996). Disamping harga insektisida sintetik yang mahal, dampak dari adanya residu insektisida sintetik dalam bidang ekonomi adalah penolakan ekspor oleh banyak negara tujuan ekspor atas produk-produk cabai yang mengandung residu fungisida dan pestisida lain (Caswell & Modjusca 1996). Di antara insektisida yang banyak digunakan dalam pengendalian serangan lalat buah pada cabai adalah Diazinon, Dursban, Supracide, Tamaron dengan konsentrasi 3-5%, dan Agrothion (Pracaya 1991).

Saturday, 24 November 2012

BUDIDAYA PEPAYA

BUDIDAYA PEPAYA

Pepaya atau gandul (Carica papaya L.) merupakan tanaman yang cukup banyak dibudidayakan di Indonesia. Pada umumnya, para petani menanam pepaya di tanah pekarangan atau tegalan. Di tanah pekarangan tanaman pepaya biasa ditanam di depan atau di samping rumah dan digunakan untuk mencukupi kebutuhan sayuran atau buah-buahan bagi keluarga.

 BUDIDAYA PEPAYA
 BUDIDAYA PEPAYA
Di Indonesia tanaman pepaya dapat tumbuh di daerah dataran rendah sampai pegunungan yang memiliki ketinggian 1.000 m dpl. Saat ini luas daerah pertanaman pepaya dengan orientasi bisnis mencapai 52.250 ha, meliputi tanah-tanah pekarangan atau tanah tegalan. Dengan produksi sekitar 402.346 ton per tahun, buah pepaya belum merupakan komoditas ekspor yang dapat diandalkan karena masih terbatas untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. Nilai gizi pepaya juga cukup tinggi karena banyak mengandung pro-vitamin A, vitamin C, dan mineral kalsium.

Jenis-Jenis Pepaya:

Tanaman pepaya dalam familia Caricaceae. Fami-lia ini memiliki empat genus utama, yaitu Carica, Jarilla, Jacaratia, dan Cylicomorpha. Genus Carica, Jarilla, dan Jacaratia merupakan tanaman yang berasal dari Amerika tropis, sedangkan genus Cylicomorpha merupakan tanaman yang berasal dari Afrika tropis.
Genus Carica memiliki banyak jenis (± 20 jenis), dengan buah yang enak dimakan sehingga banyak dibudidayakan oleh petani. Genus lainnya jarang dibudidayakan dan lazimnya hanya untuk dinikmati keindahan habitusnya.

Dari sekitar 20 jenis pepaya, yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia adalah jenis-jenis pepaya sebagai berikut.

Pepaya Jingga
Jenis pepaya jingga memiliki karakteristik sebagai berikut.
a. Kulit buah berwarna kuning.
b. Daging buah berwamamerah, banyak mengandung air, dan cukup manis.
c. Berat per buah ± 1,50 kg.
d. Cukup tahan terhadap kerusakan selama pengangkutan.

Pepaya Semangka
Jenis pepaya semangka memiliki karakteristik sebagai berikut.
a. Kulit buah berwarna kuning menarik.
b. Daging buah berwarna merah semangka, banyak mengandung air, dan berasa manis.
c. Buah berbentuk bulat seperti semangka.
d. Berat per buah ± 1 kg. Agak tahan terhadap kerusakan selama pengangkutan.

Pepaya Meksiko
Pepaya meksiko sering disebut juga pepaya solo atau pepaya tunggal karena memiliki ukuran buah yang kecil-kecil dan hanya cukup untuk satu orang. Jenis pepaya ini memiliki karakteristik sebagai berikut. a. Buah berbentuk seperti avokad, bulat berleher. b. Daging buah berwarna kuning dengan rasa manis. c. Berat per buah ± 0,5 kg. d. Tahan terhadap kerusakan selama pengangkutan.

Pepaya Bangkok
Jenis pepaya bangkok memiliki karakteristik sebagai berikut.
a. Buah berbentuk seperti pepaya cibinong, namun lebih bulat dan lebih besar.
b. Kulit buah kasar dan tidak rata atau berbenjol-benjol.
c. Daging buah berwarna jingga kemerahan, keras, dan memiliki rasa manis.
d. Berat per buah ± 3,5 kg.

Seleksi Biji Pepaya
Untuk mendapatkan benih (biji) pepaya yang baik, yaitu yang memiliki kadar kemurnian benih cukup tinggi, harus dilakukan pemilihan atau seleksi. Adapun seleksi benih (biji) dapat dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut.

a. Pemilihan buah. Buah pepaya yang akan digunakan untuk keperluan perbanyakan (diambil bijinya sebagai benih) harus memenuhi persyaratan sebagai berikut.
1) Berasal dari pohon induk yang jelas (pohon sempurna).
2) Berasal dari varietas unggul.
3) Buah masak di pohon. Buah yang masak karena dikarbit tidak baik untuk digunakan sebagai benih.
4) Berasal dari tanaman yang bebas dari serangan hama dan penyakit.
5) Bentuk buah normal, tidak cacat ataupun rusak.
6) Sebaiknya dipilih buah pepaya yang berbentuk bulat, panjang, dan besar atau yang berbentuk lonjong (elongata) karena memiliki daging buah yang tebal dan termasuk paling digemari konsumen.
7) pengambilan benih ambil ¾ bagian & bagian pangkal dibuang 8) Benih dibersihkan dan dikeringkan kemudian rendam 24 jam lau peram dengan cara membungkaus pada daun pisang berlapis-lapis, tunggu ± 12 hari benih akan berkecambah.
9) Siapkan poly bag ukuran 5X10 cm diisi tanah & pupuk kandang 1:1 , masukan benih sedalam ½ cm lalu siram dengan gembor.
10. bibit siram setiap hari maka 2 bulan kemudian siap dipindahkan dilahan.

CARA PENANAMAN :

1. Siapkan lubang 40X40X40 cm isi dengan pupuk kandang 1:3.
2. Kembalikan lubang dengan dibuat bedengan dan ditutup mulsa perak seluas lubang tanam
3. Lubangi mulsa sebesar 1 gelas dan tanam bibit yang telah siap.
4. Penanama yang paling baik adalah pada bulan Agustus s/d September dengan harapan tanaman masih pendek namun sudah berbuah.

Pelajaran Sang Keledai

Pelajaran Sang Keledai

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur.Sementara  si petani, sang pemiliknya, memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga  perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi tidak berguna menolong si keledai,  la mengajak tetangganya untuk membantu-nya. Mereka membawa sekop  dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.
Ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia meronta-ronta.  Tetapi kemudian, ia menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah  dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan  tercengang melihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan  kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan.la  mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa  punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu
Si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu,  namun si keledai juga terus menguncangkan badannya dan kemudian  melangkah naik. Si keledai akhirnya bisa meloncat dari sumur dan  kemudian melarikan diri.

Pelajaran Sang Keledai
Pelajaran Sang Keledai
Renungan:
Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita, segala  macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari “sumur” (kesedihan dan  masalah) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari  diri kita (pikiran dan hati kita) dan melangkah naik dari “sumur” dengan  menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.
Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk  melangkah. Kita dapat keluar dari “sumur” yang terdalam dengan terus  berjuang, jangan pernah menyerah. Guncangkanlah hal-hal negatif yang  menimpa dan melangkahlah naik.

Monday, 5 November 2012

Udang Sulit Besar


Udang Sulit Besar dikarenakan Malnutrisi Tambak
Dunia perudangan di Indonesia sedang mengalami masalah. Keadaan itu disebabkan oleh over exploitasi dan tambak kesulitas untuk melakukan self purification, sehingga terjadi antitesa produksi dan berpengaruh terhadap biota yang hidup di atasnya.
Mekanisme malnutrisi adalah sebagai berikut :
1. Tambak selalu tergenang air.
2. Air tambak tercemar oleh limbah pabrik terus-menerus.
3. Kualitas air dan lingkungan menurun.
4. Nutrisi tanah terserap oleh limbah atau terjadi ikatan mineral tanah dengan bahan kimia terlarut dari pencemaran.
5. Mineral tanah tidak dapat diserap/digunakan fitoplankton sehingga tidak dapat tumbuh dan berkembang.
6. Zooplankton tidak mendapatkan makanan (berupa fitoplankton) sehingga juga tidak dapat berkembang, udang atau bandeng tidak mendapatkan pakan alami.
7. Udang atau bandeng pada umur muda tidak dapat berkembang dengan cepat.
Solusi permasalah di atas dengan teknik budidaya yang benar dengan penggunaan teknologi yang mendukung dan tepat guna. Secara teknis, tambak harus mengalami rehabilitasi setelah satu siklus berakhir. Pada masa itu dilakukan pengolahan tanah, pengapuran, pengeringan dan pemberian bahan-bahan untuk perbaikan kondisi tanah dan perlakuan pupuk TAMBAK ORGANIK NUSANTARA (TON) dosis 10 botol/ha (2,5 kg/ha) untuk tambak baru atau masih baik, dan 20 botol/ha( 5 kg/ha ) untuk tambak yang sudah rusak. Perlakuan TON tersebut dilakukan pada lahan tambak baik setelah siklus berakhir (di tanah) maupun selama siklus budidaya (di air) akan mencegah terjadinya malnutrisi tambak, sehingga kelangsungan budidaya baik udang maupun bandeng akan terjaga

Sunday, 4 November 2012

TABEL STANDAR KUALITAS AIR


TABEL STANDAR KUALITAS AIR 
UNTUK BUDIDAYA IKAN LELE
Parameter Kualitas Air
Standar Kualitas Air
Suhu
25-30 oC
pH
6,5 – 8,5
Oksigen Terlarut (DO)
> 4 mg/lt
NH3
< 0,02 ppm
Transparasi
20 – 40 cm
Karbondioksida (CO2)
2 – 11 ppm
Nitrit (NO2)
< 0,25 ppm
Alkalinitas
> 20 ppm
Kesedahan Total
> 20 ppm
 (Anonim, Balai Pengembangan Budidaya Air Tawar,2005)