Search This Blog

Showing posts with label Bebek. Show all posts
Showing posts with label Bebek. Show all posts

Friday, 13 September 2013

Budidaya Bebek Skala Kecil & Menengah

Budidaya adalah unit usaha peternakan di bidang produksi ternak, budidaya ternak bebek berarti usaha peternakan bidang produksi ternak bebek, dalam budidaya perlu diperhatikan aspek skala yang akan kita buat apakah usaha ternak skala kecil, menengah atau besar.

Landasan dalam menantukan skala usaha adalah faktor bisnis dan juga analisa secara cermat tentang resiko dan peluang pada ternak bebek. Jika kita sebagai pemula dalam beternak bebek ini sebaiknya mulailah dengan skala kecil terlebih dahulu sehingga lambat laun kita memahami manajemen tenrnak bebek sepenuhnya.

Dalam budidaya ini dibutuhkan perencanaan menyangkut jenis yang akan kita budidayakan; apakah bebek petelur atau bebek pedaging. Kedua jenis ini memiliki resiko dan prospek yang berbeda dari segi bisnis dan analisa ekonomis.

Perlu dipahami mengenai skala dalam usaha ternak, dalam peraturan pemerintah telah diatur tentang skala budidaya ternak ini baik sapi, unggas yang didalamnya termasuk budidaya bebek. Kaitan dari skala usaha ternak budidaya ini dengan perencanaan adalah adanya aturan pemerintah yang mengatur bahwa usaha peternakan skala tertentu membutuhkan izin usaha.

Adapun peraturan pemerintah yang mengatur tentang skala usaha budidaya ternak yang wajib izin ini adalah keputusan menteri pertanian yang dikeluarkan dengan nomor 404/kpts/OT.210/6/2002 peraturan ini juga berlaku untuk budidaya ternak bebek, berikut aturan skala ternak wajib izin:

Ayam ras pedaging dengan kapasitas lebih dari 15.000 ekor/ siklus
Ayam ras petelur lebih dari 10.000 ekor ayam produktif
Itik, angsa atau entok lebih dari15.000 ekor
Ayam kalkun lebih dari 10.000 ekor
Burung puyuh lebih dari 25.000 ekor
Burung dara lebih dari 25.000 ekor
Kambing /domba lebih dari 300 ekor
Sapi potong lebih dari 100 ekor
Kerbau lebih dari 75 ekor
Sapi perah lebih dari 20 ekor
Kuda lebih dari 50 ekor
Kelinci lebih dari 1.500 ekor
Rusa lebih dari 300 ekor

Jika anda ingin membuka usaha budidaya ternak bebek atau itik yang kapasitasnya kurang dari 15.000 ekor maka skala usaha anda dikategorikan usaha yang tidak wajib izin itu berdasarkan aturan diatas, namun demikian berbeda daerah bisa saja berbeda perda yang diberlakukan. Setelah skala usha ternak bebek/ itik sudah ditentukan, selanjutnya persiapan:
- Kandang
- Pemilihan bibit
- Manajemen ternak bebek
- Pengetahuan menyangkut (cara budidaya ternak bebek, penyakit-penyakit umum pada bebek dan juga cara mengatasinya untuk meningkatkan kesehatan)

Kandang ternak bebek yang ideal adalah 1 M2 maksimal diisi dengan 7 ekor bebek jika kurang dari 7 lebih baik, selain itu perhatikan kualitas bibit bebek yang anda beli (DOC), jika anda ingin mem-budidayakan bebek petelur maka perbandingan bibit jantan dan betina yang baik adalah 2 : 1 (2 ekor betina satu ekor jantan), ini untuk meningkatkan peluang produksi ternak bebek yang akan dibudidayakan.

Manajeman ternak bebek dapat anda pelajari dari buku-buku praktis cara beternak bebek yang banayk dijual di toko buku, inti dari manajemen budidaya adalah kebiasaan sang peternak atau pengelola kandang. Ingat satu hal bahwa tidak ada peternakan yang tidak memiliki resiko kesehatan, dipastikan setiap usaha ternak pasti akan bertemu dengan penyakit termasuk bebek, untuk itu lakukan vasinasi secara lengkap terhadap bebek yang anda pelihara. Saya rasa inti dari sebuah peternakan adalah kesehatan ternak, bila bebek yang anda pelihara jauh dari penyakit maka anda akan semakin dekat dengan laba.

Sunday, 28 April 2013

Belajar Beternak Bebek Untuk Pemula

Akhir-akhir ini banyak orang bingung bagaimana memulai usaha peternakan bebek, secara kasat mata memang sulit bagaimana harus menyiapkan kandang, membeli bibit ternak, mengolah ransum, serta menjual hasil dari ternak tersebut. kalau harus ditanya apa modal paling utama dalam usaha ini, tidak lain adalah "kemauan", tentunya kemauan tidak berdiri sendiri, melainkan harus ada dukungan dari semua aspek, termasuk dalam hal ini permodalan. adapun modal untuk memulai usaha ini sangatlah ekonomis, bisa dibandingkan dengan jenis unggas lainnya, misalkan ayam, dari sisi resiko kematian dan biaya kandang memang bebek lebih ekonomis daripada ayam.

Lantas jika kita ingin beternak bebek harus mulai dari mana? banyak pilihan yang bisa kita ambil, misalnya :

1. Bebek pedaging muda
Tentunya dimulai dari DOD pejantan/ meri jantan, karena harga meri jantan lebih murah dari meri betina. bebek pedaging muda ini usia panennya 40 sampai dengan 50 hari, kuncinya adalah bagaimana caranya agar bebek ini cepat gemuk.

2. Bebek pedaging afkir
Bebek pedaging afkir ini dihasilkan dari paska produksi bebek petelur, artinya dikatakan afkir karena sudah tidak produktif lagi, maka harus dijual untuk dipotong.

3. Bebek petelur yang dimulai dari DOD
Perlu waktu paling tidak 6 bulan untuk menunggu agar ternak yang kita pelihara bisa menghasil telur, disamping itu juga resiko kematian kerap menghampiri peternak.

4. Bebek petelur yang dimulai dari yang sudah siap bertelur
Pilihan keempat ini seringkali menjadi pilihan yang paling banyak diminati, karena selain resiko yang sangat minim terhadap kematian, juga jika di kalkulasi antara biaya beli DOD dan memberi makan selama 6 bulan ternyata lebih murah jika membeli bebek yang sudah siap bertelur. Bagi mereka untuk pemula sangat tepat untuk memulai usaha peternakan bebek dengan cara membeli bebek petelur.

Ketika pilihan kita sudah ditentukan dengan memilih bebek siap telur, maka berikutnya adalah membuat kandang, di tahap ini angan- angan kita jangan mengarah pada kandang ayam, apalagi ayam petelur, karena tentunya biaya pembuatan kandang ayam petelur sangatlah mahal jika dibandingkan dengan biaya pembuatan kandang bebek. bebek merupakan jenis unggas yang sangat flexibel sekali, jadi kandangnyapun bisa sangat flexibel juga. cukup dangan kandang berbahan bambu maka kandang sudah bisa didirikan, untuk atap tidak harus genteng atau asbes, dengan terpal atau alas dari daun pun jadi, pagar pembatas kandangpun tidak harus mahal dari batu bata, melainkan dari bambu dengan tinggi 1 meter saja sudah cukup.

Tahap berikutnya adalah memilih/ membeli bebek yang siap telur; dalam membeli bebek yang sudah siap telur yang perlu diperhatikan adalah umur bebek, haruslah benar- benar mendekati usia bertelur, paling tidak usia 5 bulan setengah. dan belilah bebek yang seumuran, agar produksi telurnya tidak terlalu lama.

Setelah itu jika kita sudah dapat bebeknya maka ransum juga harus benar- benar diperhatikan, untuk bebek yang belum bertelur, komposisi pakan untuk konsentrat (sumber protein) jangan terlalu banyak, karena secara ekonomi juga kurang menguntungkan, baru setelah bebek sudah mulai bertelur komposisi konsentrat (sumber protein) bisa ditambahkan sedikit- demi sedikit.

Nah yang ditunggu- tunggu telah tiba, yaitu memanen hasil dari ternak berupa telur....tiap pagi kita akan berbahagia jika bebek- bebek kita sudah pada bertelur semua, dan jangan lupa tetap memperhitungkan selisih antara biaya pakan dsb dengan hasil telur yang didapat. rata- rata bebek dalam keadaan normal bisa bertelur 70%, dan jika perawatan, makan, kandangnya bagus maka bisa menghasilkan lebih dari 80% bahkan mendekati 100%.

Maka dari itu, yang belum memulai dan berkeinginan untuk memulai usaha ini, jangan ditunda....., karena menunda berarti menghilangkan satu kesempatan.

Sunday, 23 December 2012

Panduan Beternak Bebek Untuk Pemula


Beternak bebek Secara Intensif - Bebek adalah hewan penurut, bahkan mereka bisa baris lho… Bebek mudah di ternakkan dan dipelihara. Banyak sekali sumber daya yang bisa kita ambil dari bebek ini, ada telurnya, dagingnya bahkan kotorannya bisa di jadikan pupuk. Penggemar daging dan telur bebek sekarang semakin banyak, karena rasa dari dagingnya yang sangat lezat. Telurnya pun bisa dibikin telur asin yang tak kalah lezat dengan dagingnya. Kebutuhan akan ketersediaan daging dan telur bebek ini sangatlah tinggi, nah inilah kesempatan Anda karena bisnis ini masih sangat potensial untuk dijalankan.

Umumnya usaha peternakan bebek ditujukan untuk bebek petelur. Namun peluang bebek pedaging juga bisa diambil dari bebek jantan atau bebek betina yang sudah lewat masa produksinya. Selain itu bisa juga pebisnis mengambil bagian pembibitan ternak bebek sebagai fokus usaha.

Namun sebelum seorang peternak memulai usahanya, harus menyiapkan diri dengan pemahaman tentang perkandangan, bibit unggul, pakan ternak, pengelolaan dan pemasaran hasil. Misalnya bagaimana pemeliharaan anak bebek (5-8 minggu), pemeliharaan bebek Dara (umur 8-20 minggu ke atas) dan pemeliharaan bebek petelur (umur 20 minggu ke atas).

Masa produksi telur yang ideal adalah selama 1 tahun. Produksi telur rata-rata bebek lokal berkisar antara 200-300 butir per tahun dengan berat rata-rata 70 gram. Bahkan, bebek alabio memiliki produktivitas tinggi di atas 250 butir per tahun dengan masa produksi telur hingga 68 minggu.

Pemeliharaannya tidak membutuhkan waktu yang lama, dimana hasil sudah bisa dipetik dalam waktu 2-3 bulan. Hal tersebut disebabkan karena pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya relatif lebih baik daripada bebek betina. Berat badan sampai saat dipotong tidak kurang dari 1,5 kg. Dengan memanfaatkan bebek jantan, dalam waktu yang relatif singkat sudah dapat dicapai berat yang lebih dibutuhkan. Pemotongan pada umur yang relatif muda, menghasilkan daging yang lebih empuk, lebih gurih dan nilai gizinya lebih tinggi.

- Bebek Siap Telur = Rp 39.000,- S/d Rp 42.000,-
- DOD Betina = Rp 3700,-
- DOD Jantan = Rp 3200-
- Bebek Potong 1,2 kg s/d 1,3 kg = Rp 19.500,-
- Telur Tetas = Rp 1250,-
- Telur Konsumsi = Rp. 900,-

Usaha peternakan itik di Indonesia telah lama dikenal masyarakat. Agar usaha ini dapat memberikan keuntungan yang optimal bagi pemiliknya maka perlu diperhatikan beberapa hal yang menyangkut Manajemen pemeliharaan ternak itik, antara lain :

1. Seleksi Bibit
Bibit itik di Indonesia dibagi dalam dua kelompok yaitu :

a. Itik Lokal
1). Itik Tegal (Tegal).
Ciri-ciri : warna bulu putih polos sampai cokelat hitam, warna paruh dan kaki kuning atau hitam.

2). Itik Mojosari (Mojosari Jawa Timur).
Ciri-ciri : warna bulu cokelat muda sampai cokelat tua, warna paruh hitam dan kaki berwarna hitam.

3). Itik Alabio (Amuntai Kalimantan Selatan).
Ciri-ciri : badan lebih besar dibandingkan dengan itik Tegal.

4). Itik Asahan dikembangkan di Tanjung Balai, Sumatera Utara.

b. Itik Persilangan

2. Pakan
a. Jenis Pakan : jagung, dedak padi, bungkil kedelai, bungkil kelapa, dll.

b. Pemberian Pakan :
- Umur 1 – 2 minggu 60 gr/ekor/hari.
- Umur 3 – 4 minggu 80 gr/ekor/hari.
- Umur 5 – 9 minggu 100 gr/ekor/hari.
- Umur 10 minggu 150-180gr/ekor/hari.

3. Perkandangan
a. Lokasi Kandang
- Jauh dari keramaian.
- Ada atau dekat dengan sumber air.
- Tidak terlalu dekat dengan rumah.
- Mudah dalam pengawasan.

b. Bahan kandang
bisa terbuat dari kerangka kayu atau bambu, atap genteng dan lantainya pasir atau kapur.

c. Daya tampung untuk 100 ekor itik :
- Umur 1 hari – 2 minggu 1 -2 m.
- Umur 1 – 2 minggu 2 – 4 m.
- Umur 2 – 4 minggu 4 – 6 m.
- Umur 4 – 6 minggu 6 – 8 m.
- Umur 6 – 8 minggu 8 – 10 m.

Itik dara sampai umur 6 bulan 5 – 10 ekor/m.

4. Tatalaksana Pemeliharaan
a. Secara ekstensif yaitu pemeliharaan yang berpindah-pindah.
b. Secara intensif yaitu secara terus-menerus dikandangkan seperti ayam ras.
c. Secara semi intensif yaitu dipelihara di kandang yanga ada halaman berpagar.
Perbandingan jantan dan betina (sex ratio) adalah 1 : 10 dan dipilih ternak itik yang berproduksi tinggi.

5. Kesehatan
a. Penyakit Berak Kapur.
Penyebab : Bakteri Salmonella Pullorum. Tanda-tanda : Berak putih, lengket seperti pasta.
Pencegahan: Kebersihan kandang, makanan, minuman, vaksinasi, dan itik yang sakit dipisahkan.

b. Penyakit Cacing.
Penyebab : Berbagai jenis cacing.
Tanda-tanda : Nafsu makan kurang, kadang-kadang mencret, bulu kusam, kurus, dan produksi telur menurun.
Pencegahan: Kandang harus bersih, kering tidak lembab, makanan dan minuman harus bersih dan sanitasi kandang.

c. Lumpuh.
Penyebab : Kekurangan vitamin B.
Tanda-tanda : Kaki bengkak dibagian persendian, jalan pincang dan lumpuh, kelihatan ngantuk, kadang-kadang keluar air mata berlebihan.
Pencegahan : Pemberian sayuran / hijauan dalam bentuk segar setiap hari.

6. Pasca Panen
a. Telur itik dapat diolah menjadi telur asin, telur pindang, dll.
b. Bebek dapat diolah menjadi bebek panggang dll
c. Bulu dapat diolah menjadi kerajinan tangan
d. Tinja/kotoran itik dapat menjadi pupuk.