Search This Blog

Saturday, 24 November 2012

BUDIDAYA PEPAYA

BUDIDAYA PEPAYA

Pepaya atau gandul (Carica papaya L.) merupakan tanaman yang cukup banyak dibudidayakan di Indonesia. Pada umumnya, para petani menanam pepaya di tanah pekarangan atau tegalan. Di tanah pekarangan tanaman pepaya biasa ditanam di depan atau di samping rumah dan digunakan untuk mencukupi kebutuhan sayuran atau buah-buahan bagi keluarga.

 BUDIDAYA PEPAYA
 BUDIDAYA PEPAYA
Di Indonesia tanaman pepaya dapat tumbuh di daerah dataran rendah sampai pegunungan yang memiliki ketinggian 1.000 m dpl. Saat ini luas daerah pertanaman pepaya dengan orientasi bisnis mencapai 52.250 ha, meliputi tanah-tanah pekarangan atau tanah tegalan. Dengan produksi sekitar 402.346 ton per tahun, buah pepaya belum merupakan komoditas ekspor yang dapat diandalkan karena masih terbatas untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. Nilai gizi pepaya juga cukup tinggi karena banyak mengandung pro-vitamin A, vitamin C, dan mineral kalsium.

Jenis-Jenis Pepaya:

Tanaman pepaya dalam familia Caricaceae. Fami-lia ini memiliki empat genus utama, yaitu Carica, Jarilla, Jacaratia, dan Cylicomorpha. Genus Carica, Jarilla, dan Jacaratia merupakan tanaman yang berasal dari Amerika tropis, sedangkan genus Cylicomorpha merupakan tanaman yang berasal dari Afrika tropis.
Genus Carica memiliki banyak jenis (± 20 jenis), dengan buah yang enak dimakan sehingga banyak dibudidayakan oleh petani. Genus lainnya jarang dibudidayakan dan lazimnya hanya untuk dinikmati keindahan habitusnya.

Dari sekitar 20 jenis pepaya, yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia adalah jenis-jenis pepaya sebagai berikut.

Pepaya Jingga
Jenis pepaya jingga memiliki karakteristik sebagai berikut.
a. Kulit buah berwarna kuning.
b. Daging buah berwamamerah, banyak mengandung air, dan cukup manis.
c. Berat per buah ± 1,50 kg.
d. Cukup tahan terhadap kerusakan selama pengangkutan.

Pepaya Semangka
Jenis pepaya semangka memiliki karakteristik sebagai berikut.
a. Kulit buah berwarna kuning menarik.
b. Daging buah berwarna merah semangka, banyak mengandung air, dan berasa manis.
c. Buah berbentuk bulat seperti semangka.
d. Berat per buah ± 1 kg. Agak tahan terhadap kerusakan selama pengangkutan.

Pepaya Meksiko
Pepaya meksiko sering disebut juga pepaya solo atau pepaya tunggal karena memiliki ukuran buah yang kecil-kecil dan hanya cukup untuk satu orang. Jenis pepaya ini memiliki karakteristik sebagai berikut. a. Buah berbentuk seperti avokad, bulat berleher. b. Daging buah berwarna kuning dengan rasa manis. c. Berat per buah ± 0,5 kg. d. Tahan terhadap kerusakan selama pengangkutan.

Pepaya Bangkok
Jenis pepaya bangkok memiliki karakteristik sebagai berikut.
a. Buah berbentuk seperti pepaya cibinong, namun lebih bulat dan lebih besar.
b. Kulit buah kasar dan tidak rata atau berbenjol-benjol.
c. Daging buah berwarna jingga kemerahan, keras, dan memiliki rasa manis.
d. Berat per buah ± 3,5 kg.

Seleksi Biji Pepaya
Untuk mendapatkan benih (biji) pepaya yang baik, yaitu yang memiliki kadar kemurnian benih cukup tinggi, harus dilakukan pemilihan atau seleksi. Adapun seleksi benih (biji) dapat dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut.

a. Pemilihan buah. Buah pepaya yang akan digunakan untuk keperluan perbanyakan (diambil bijinya sebagai benih) harus memenuhi persyaratan sebagai berikut.
1) Berasal dari pohon induk yang jelas (pohon sempurna).
2) Berasal dari varietas unggul.
3) Buah masak di pohon. Buah yang masak karena dikarbit tidak baik untuk digunakan sebagai benih.
4) Berasal dari tanaman yang bebas dari serangan hama dan penyakit.
5) Bentuk buah normal, tidak cacat ataupun rusak.
6) Sebaiknya dipilih buah pepaya yang berbentuk bulat, panjang, dan besar atau yang berbentuk lonjong (elongata) karena memiliki daging buah yang tebal dan termasuk paling digemari konsumen.
7) pengambilan benih ambil ¾ bagian & bagian pangkal dibuang 8) Benih dibersihkan dan dikeringkan kemudian rendam 24 jam lau peram dengan cara membungkaus pada daun pisang berlapis-lapis, tunggu ± 12 hari benih akan berkecambah.
9) Siapkan poly bag ukuran 5X10 cm diisi tanah & pupuk kandang 1:1 , masukan benih sedalam ½ cm lalu siram dengan gembor.
10. bibit siram setiap hari maka 2 bulan kemudian siap dipindahkan dilahan.

CARA PENANAMAN :

1. Siapkan lubang 40X40X40 cm isi dengan pupuk kandang 1:3.
2. Kembalikan lubang dengan dibuat bedengan dan ditutup mulsa perak seluas lubang tanam
3. Lubangi mulsa sebesar 1 gelas dan tanam bibit yang telah siap.
4. Penanama yang paling baik adalah pada bulan Agustus s/d September dengan harapan tanaman masih pendek namun sudah berbuah.

Pelajaran Sang Keledai

Pelajaran Sang Keledai

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur.Sementara  si petani, sang pemiliknya, memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga  perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi tidak berguna menolong si keledai,  la mengajak tetangganya untuk membantu-nya. Mereka membawa sekop  dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.
Ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia meronta-ronta.  Tetapi kemudian, ia menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah  dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan  tercengang melihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan  kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan.la  mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa  punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu
Si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu,  namun si keledai juga terus menguncangkan badannya dan kemudian  melangkah naik. Si keledai akhirnya bisa meloncat dari sumur dan  kemudian melarikan diri.

Pelajaran Sang Keledai
Pelajaran Sang Keledai
Renungan:
Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita, segala  macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari “sumur” (kesedihan dan  masalah) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari  diri kita (pikiran dan hati kita) dan melangkah naik dari “sumur” dengan  menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.
Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk  melangkah. Kita dapat keluar dari “sumur” yang terdalam dengan terus  berjuang, jangan pernah menyerah. Guncangkanlah hal-hal negatif yang  menimpa dan melangkahlah naik.

Monday, 5 November 2012

Udang Sulit Besar


Udang Sulit Besar dikarenakan Malnutrisi Tambak
Dunia perudangan di Indonesia sedang mengalami masalah. Keadaan itu disebabkan oleh over exploitasi dan tambak kesulitas untuk melakukan self purification, sehingga terjadi antitesa produksi dan berpengaruh terhadap biota yang hidup di atasnya.
Mekanisme malnutrisi adalah sebagai berikut :
1. Tambak selalu tergenang air.
2. Air tambak tercemar oleh limbah pabrik terus-menerus.
3. Kualitas air dan lingkungan menurun.
4. Nutrisi tanah terserap oleh limbah atau terjadi ikatan mineral tanah dengan bahan kimia terlarut dari pencemaran.
5. Mineral tanah tidak dapat diserap/digunakan fitoplankton sehingga tidak dapat tumbuh dan berkembang.
6. Zooplankton tidak mendapatkan makanan (berupa fitoplankton) sehingga juga tidak dapat berkembang, udang atau bandeng tidak mendapatkan pakan alami.
7. Udang atau bandeng pada umur muda tidak dapat berkembang dengan cepat.
Solusi permasalah di atas dengan teknik budidaya yang benar dengan penggunaan teknologi yang mendukung dan tepat guna. Secara teknis, tambak harus mengalami rehabilitasi setelah satu siklus berakhir. Pada masa itu dilakukan pengolahan tanah, pengapuran, pengeringan dan pemberian bahan-bahan untuk perbaikan kondisi tanah dan perlakuan pupuk TAMBAK ORGANIK NUSANTARA (TON) dosis 10 botol/ha (2,5 kg/ha) untuk tambak baru atau masih baik, dan 20 botol/ha( 5 kg/ha ) untuk tambak yang sudah rusak. Perlakuan TON tersebut dilakukan pada lahan tambak baik setelah siklus berakhir (di tanah) maupun selama siklus budidaya (di air) akan mencegah terjadinya malnutrisi tambak, sehingga kelangsungan budidaya baik udang maupun bandeng akan terjaga

Sunday, 4 November 2012

TABEL STANDAR KUALITAS AIR


TABEL STANDAR KUALITAS AIR 
UNTUK BUDIDAYA IKAN LELE
Parameter Kualitas Air
Standar Kualitas Air
Suhu
25-30 oC
pH
6,5 – 8,5
Oksigen Terlarut (DO)
> 4 mg/lt
NH3
< 0,02 ppm
Transparasi
20 – 40 cm
Karbondioksida (CO2)
2 – 11 ppm
Nitrit (NO2)
< 0,25 ppm
Alkalinitas
> 20 ppm
Kesedahan Total
> 20 ppm
 (Anonim, Balai Pengembangan Budidaya Air Tawar,2005)

Saturday, 3 November 2012

Cara memijahkan lele

Cara memijahkan lele
silahkan diputar dan dipelajari video dibawah ini, 
Semoga bermanfaat

Friday, 2 November 2012

Kolam lele


Kolam lele
1. Untuk melakukan pemupukan kolam dengan menggunakan kotoran sapi, harus dipastikan kotoran sapi tersebut telah menjadi pupuk kandang (terdekomposisi) yang siap pakai, bukan yang masih baru keluar dari anus atau alat pengeluaran kotoran sapi (belum terdekomposisi), karena bila masih baru kotorannya akan menyebabkan permasalahan pada kolam seperti muncul serangan penyakit pada ikan seperti jamur, dan serangan bakteri lainnya dan menyebabkan kualitas air kolam menjadi rusak.
2. Untuk pemupukan kolam dengan menggunakan produk NASA lebih praktis dibandingkan menggunakan pupuk kandang yang harus diolah terlebih dahulu hingga menjadi pupuk kandang yang siap pakai. Gunakan produk TON sebagai pupuk kolam dengan dosis : 1 sendok makan dicampurkan pada 10 liter air kemudian disiramkan ke kolam. Pemberian TON yang baik saat setelah olah tanah dan pengeringan dasar kolam, dimana kolam dimasukkan air hingga ketinggian 10-20 cm, kemudian siramkan produk TON biarkan selama 4-5 hari untuk membentuk pakan alami ikan yaitu plankton terlebih dahulu serta pengkondisian kolam agar siap untuk ditebar ikan. Setelah 4-5 hari dari penyiraman TON pada kolam, masukkan kembali air ke kolam hingga ketinggian air sekitar 60-80 cm, kemudian baru masukkan bibit ikan lele. Sebaiknya pemasukkan bibit lele saat pagi hari atau sore hari dimana suhu permukaan kolam tidak terlalu panas.
3. produk NASA selanjutnya yaitu VITERNA dan POC NASA untuk meningkatkan nafsu makan ikan, memacu pertumbuhan ikan, meningkatkan kesehatan ikan sehingga angka kematiannya dapat ditekan seminimal mungkin. Viterna dan POC NASA berasal dari bahan-bahan alami. Viterna dan POC NASA merupakan nutrisi murni yang mangandung protein, vitamin, mineral dan energi. Caranya : 2 produk NASA tersebut di campur terlebuh dahulu menjadi satu larutan, dosis : 1 tutup botol campuran 2 produk NASA tersebut dicampurkan pada 1 liter air kemudian disemprotkan atau dicampurkan pada per 3 kg pakan pelet ikan, dikeringkan / dianginkan sekitar 5 menit agar cairan produk NASA dapat meresap kedalam pakan pelet, baru kemudian diberikan kepada ikan.
Demikian informasi dari kami, semoga bermanfaat. Sukses selalu untuk kita semua
Oleh: Ir. Hepi Prana

Thursday, 1 November 2012

Kebutuhan kapur


Kebutuhan kapur untuk berbagai tingkat keasaman dan tekstur Dasar Tambak atau Kolam Tanah (Ton/ha)

pH
Tekstur Tanah
Lempung Liat Berat
Pasir Berlumpur
Pasir
4,0
4,0 – 4,5
4,5 – 5,0
5,0 – 5,5
5,5 – 6,0
6,0 – 6,5
4
3
2
1,5
1
0,5
2,0
1,5
1,25
1
0,5
0,5
1,25
1,25
1
0,5
0,25
0