Search This Blog

Tuesday, 16 October 2012

Persyaratan Lokasi Budidaya Lele



Persyaratan Lokasi Budidaya Lele, Kolam terpal, kolam bak dan tanah,  Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan jenis tanah liat/lempung, tidak berporous/mudah merembes, berlumpur dan subur. Lahan yang dapat digunakan untuk budidaya lele dapat berupa sawah, comberan, kolam pekarangan dan kolam kebun. Ikan lele hidup dengan baik di daerah dataran rendah sampai daerah yang tingginya maksimal 700 m dpl. Elevasi tanah dari permukaan sumber air dan kolam adalah 5 – 10%. Lokasi untuk pembuatan kolam harus berhubungan langsung atau dekat dengan sumber air, berada di tempat yang mendapat sinar matahari tetapi tidak sepanjang hari, tidak di bawah pohon yang daunnya mudah rontok. Lele dapat hidup pada suhu optimal 25 – 28 oC, sedang untuk pertumbuhan larva diperlukan kisaran suhu 26-30oC dan untuk pemijahan 24-28oC. Lele dapat hidup dalam perairan agak tenang dan kedalaman cukup sekalipun kondisi airnya jelek. Keruh, kotor dan miskin oksigen tetapi tidak boleh tercemar oleh bahan kimia, limbah industri, merkuri atau minyak dan bahan lain yang mematikan ikan. Permukaan perairan tidak boleh tertutup rapat oleh sampah atau daun-daunan hidup, peperti enceng gondok. Mempunyai pH 6,5 – 9; transparansi air antara 30-60 cm, kebutuhan oksigen optimal anatara 0,3 ppm sampai jenuh (tinggi) saat buruk: kandungan CO2kurang dari 12,8 mg/ltr. Persyaratan lingkungan tersebut merupakan kondisi yang ideal. Pemberian TON dengan cara, waktu dan dosis yang tepat akan membantu terciptanya lingkungan yang ideal tersebut sehingga dapat meningkatkan peluang keberhasilan budidaya.

Monday, 15 October 2012

Lele bebas jamur dan penyakit


Lele bebas jamur dan penyakit, Pengalaman saya sudah lebih dari satu tahun melakukan budidaya pembenihan dan pembesaran ikan lele. Kolam pembesaran lele seluas 40 m2. ketika umur benih lele mencapai 15 hari biasanya benih lele gampang sekali kena penyakit seperti jamuran dan penyakit lainnya, sehingga secara ekonomis saya merugi karena benih lele banyak yang mati. Untuk menanggulani permasalahan itu, maka saya mencoba menggunakan produk TON dan POC NASA untuk memberi nutrisi dan pakan tambahan bagi pembenihan dan pembesaran lele. Ternyata TON  dan POC NASA mampu memberikan pakan alami yang sangat diperlukan bagi benih ikan lele.
Cara pemberian TON yang saya lakukan yakni dengan dosis 3 sendok makan ditaburkan ke kolam setiap 10 hari sekali. Pemberian POC NASA dengan dosis 10 cc dicampurkan dengan pelet ikan sebanyak 3 kg setiap selang satu hari.
Dengan pemberian TON dan POC NASA, kini ikan lele sehat, tingkat kehidupannyapun sangat bagus, tidak mudah terkena penyakit dan hampir tidak ada yang mati. Sampai dengan menginjak umur 15 hari benih lele ini sudah mencapai ukuran 4 cm. dan biasanya benih lele ini akan dipanen saat umur 4 minggu.
Selain itu pemberian TON dan POC NASA dapat pula menghemat dalam penggunaan pupuk kandang yang biasanya untuk luas 40 m2 ini menghabiskan 44 karung, setelah menggunakan TON dan POC NASA hanya 15 karung saja. Jika setiap karung harganya Rp.1.500,- saja, maka ada penghematan sekitar Rp. 45.000,-. Dengan penggunaan TON dan POC NASA bisa mencapai 3 kali panen. Jadi penghematan Rp.45.000,- x 3 = Rp. 135.000,- itu juga belum termasuk biaya angkut pupuk kandang ke lahan. TON dan POC NASA sangat membantu untuk pembenihan dan pembesaran ikan lele kami, selain itu juga dapat menghemat biaya.
Petani Lele: Wisnu (Cangkringan, Sleman-Jogjakarta)

Sunday, 14 October 2012

Tips Ternak Lele


Tips Ternak Lele, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam upaya memelihara lele khususnya, bagaimana untuk mempercepat pertumbuhan lele dan cara pengembangbiakan lele. Yang perlu diperhatikan supaya lele cepat tumbuh yakni dengan cara memilih benih yang sehat dan berkualitas, sumber air baik dan tersedia sepanjang tahun. Pakan yang mengandung gizi seimbang. (akan lebih baik jika dicampurkan dengan POC NASA & Viterna).
Sedangkan cara untuk mengembangbiakkan lele ada 2 cara.
Cara Pertama, Secara alami yakni memasukan beberapa pejantan dan betina di kolam. Biarkan mereka memilih pasangan dan kawin sendiri. Oleh karena itu masukkan hapa yang terbuat dari ijuk atau daun kelapa untuk tempat melekatkan telur.
Cara Kedua, Kawin suntik yang menghasilkan benih dalam jumlah banyak, tapi perlu keahlian khusus. Induk betina disuntik dengan kelenjar hipofisa ikan donor, seperti mas atau lele untuk merangsang telur cepat matang. Penyuntikan 2 kali dengan interval 4 jam. Empat jam kemudian perut betina diurut untuk mengeluarkan telur. Telur ditampung di baskom plastik atau porselen. Gonad jantan pun diambil dengan cara mengurut bagian perut. Campurkan sperma dan telur sambil diaduk-aduk dengan bulu ayam hingga merata. Telur yang dibuahi titebar di hapa dalam kolam. Setelah lebih dari 24 jam telur menetas. Larva segera dipndah ke kolam pendederan

Saturday, 13 October 2012

Pembenihan Lele

Pembenihan Lele


Silahkan simak Video diatas, Pemesanan & Konsultasi POC NASA dan Hormonik hubungi : 0878 3684 3355 ( Call & Sms )

Friday, 12 October 2012

budidaya ikan air


Trik budidaya ikan air tawar dan payau harus memahami dan mengerti sebelum kita memelihara maupun saat ini sedang beternak ikan. Trik yang harus dimengerti diantaranya :
  1. kualiatas bibit ikan dan kesehatannya
  2. luasan kolam dan kepadatan ikan
  3. ketersediaan air dan kualitasnya
  4. pakan yang sesuai dengan ikan
  5. cara memelihara yang tepat
  6. cara merawat ikan sakit dan pengobatannya, serta
  7. cara memanen ikan
semua ada di wab. atau blog ini juga tersedia video mitra kami yang sudah menggunakan produk-produk dari PT. Natural Nusanta, dijelaskan secara mudah.
Produknya anatara lain seperti dibawah ini :

Saturday, 15 September 2012

Cara Mengetahui Perkutut Jantan Atau Betina

Cara mengetahui dan membedakan burung perkutut jantan atau betina tidak hanya ditentukan dari rajin atau tidaknya burung tersebut bersuara, semua tergantung stamina dan mood dari burung tersebut, tetapi yang paling sering menjadi acuan dalam pemilihan burung jantan dan betina burung perkutut yang walaupun masih dipertanyakan ketepatannya adalah dengan cara;

Melihat warna putih di atas paruh perkutut;
Perkutut jantan biasanya warna putihnya sampai ke pelipis sementara untuk burung betina tidak.

Meraba supit udang dari perkutut;
Apabila salah satu supit udang terasa lunak sewaktu di sentuh dibandingkan yang satunya maka burung tersebut kemungkinan besar adalah burung betina.

Postur Tubuh perkutut;
Burung betina biasanya memiliki postur tubuh lebih kecil dari burung jantan, dan akan sangat sulit membedakannya jika burung masih dalam keadaan piyik seteluran, yg kecil biasanya betina.

Segi suara;
Perkutut betina pada umumnya memiliki suara dengan volume kecil.
Ini merupakan generalisasi tapi banyak juga ditemui adanya deviasi dari kenyataan yang ada. Perkutut juara juga tidak sedikit yang berjenis kelamin betina.

Tapi di kalangan peternak biasanya akan mengatakan sulit untuk mencarikan jodoh untuk perkutut juara yang bersuara kristal tembus karena betina yang bervolume besar yang cocok nggak mudah untuk diperoleh dan tentunya harganya mahal.

Dengan demikian bisa jadi perkutut betina bervolume besar sulit diperoleh oleh kalangan peternak dan apabila mereka memilikinya pasti tidak akan dijual dengan mudah atau dijual dengan harga tinggi.

Membedakan Lovebird Jantan & Betina

Membedakan jenis kelamin lovebird termasuk pekerjaan gampang-gampang susah. Gampang untuk jenis-jenis tertentu tetapi susah untuk jenis lainnya, apalagi kalau masih anakan. Untuk membedakan jenis kelamin lovebird bisa digunakan cara sederhana sampai yang ilmiah.

A. Berdasarkan penampilan luar.
Berdasar tingkat kesulitan untuk membedakan jenis kelamin lovebird (dan burung secara umum) maka dapat dibedakan 3 kelompok lovebird.

a. Kelompok lovebird dimorfik (jenis kelaminnya sangat jelas dapar dibedakan)
Beberapa jenis lovebird yang termasuk dalam kelompok dimorfik di antaranya lovebird abisinia, lovebird madagaskar dan lovebird muka merah.
- Lovebird abisinia (Agapornis taranta) - Lovebird jantan berat badan 65 gram, dahi berwarna merah. - Lovebird betina berat badan 55 gram, dahi berwarna hijau.
- Lovebird madagaskar (Agapornis cana) - Tidak ada perbedaan berat badan antara lovebird jantan dan lovebird betina. - Lovebird jantan kepala dan leher berwarna abu-abu - Lovebird betina bulu tubuh keseluruhannya berwarna hijau
- Lovebird muka merah (Agapornis pullaria) - Lovebird jantan: dahi dan muka berwarna merah-oranye, tunggir (bulu di atas pantat, di bawah ujung lipatan sayap) berwarna biru muda, bulu terbang dan bagian bawah bulu sayap berwarna hitam. - Lovebird betina dahi dan muka lebih didominasi warna oranye dibandingkan warna merah, bagian bulu penutup sayap berwarna hijau dan di tepi sayap berwarna kekuningan.

b. Kelompok intermediate (jenis kelaminnya agak sulit dibedakan dari penampilan burung)
Dua jenis lovebird yang termasuk dalam kelompok intermediate adalah lovebird black collared dan lovebird muka salem.
1. Lovebird black collared (Agapornis swinderniana) Lovebird jantan dan betina sangat sulit dibedakan dan tampak serupa dalam penampilan luarnya.
2. Lovebird jantan dan betina serupa dalam penampilannya, meskipun pada umumnya lovebird betina mempunyai bulu di bagian kepala dengan warna yang lebih pucat.

c. Kelompok lovebird kacamata (perbedaan jenis kelaminnya tidak konsisten)
Empat jenis lovebird yang termasuk dalam kelompok lovebird kacamata adalah lovebird nyasa (Agapornis lilianae), lovebird pipi hitam (Agapornis nigrigenis), lovebird topeng (Agapornis personata), lovebird fischer (Agapornis ficheri).

Keempat jenis lovebird ini sangat sulit dibedakan antara jantan dan betina. Meskipun demikian ada sedikit perbedaan berat badan antara jantan dan betinanya. Satu keunikan dari lovebird kelompok kacamata adalah pada saat menjelang musim berkembangbiak burung betina akan membawa bahan sarang di bawah bulu tunggir dan bulu punggung bagian bawah.

B. Membedakan jenis kelamin tidak berdasarkan penampilan luar.

Pada jenis lovebird yang tidak dapat dibedakan jenis kelaminnya berdasarkan penampilan luarnya yang spesifik maka akan sulit untuk membedakan lovebird jantan dan lovebird betina. Pada kejadian ini makan ada beberapa cara untuk digunakan memnedakan lovebird jantan dan lovebird betina.

a. Bentuk tubuh.
Lovebird betina cenderung memiliki tubuh yang kekar dan lebih berat. Namun kriteria ini tidak mutlak sifatnya.

b. Warna
Lovebird jantan mempunyai warna yang lebuh terang dari lovebird betina. Meskipun demikian hal itu tidak selalu benar karena warna bulu juga tergantung pada makanan, iklim, dan variasi geografis.

c. Cara bertengger
Lovebird betina bertengger dengan jarak antarkaki lebih lebar dibandingkan lovebird jantan.

d. Bentuk ekor
Lovebird betina mempunyai ekor dengan bentuk lebih rata dibandingkan pada ekor lovebird jantan yang berbentuk agak meruncing.

e. Membangun sarang
Kegiatan membangung sarang lebih intensif dilakukan oleh lovebird betina ketimbang jantan. Lovebird menggigit-gigit di luar sarang pada cabang-cabang dan batang yang lebih tebal. Lovebird betina akan megambil kulit kayu dan mengumpulkannya untuk membuat sarang, sedangkan lovebird jantan menyuapi lovebird betina. Namu hal ini juga tidak mutlak karena ada lovebird jantan yang juga aktif mengumpulkan bahan sarang.

f. Perabaan pada tulang pubis (supit urang).
Lovebird memiliki dua tulang pubis (supit urang) pada bagian pinggulnya. Pada musim berkembang biak, tulang pubis lovebird betina menjadi lebih elastic dan jarak antara kedua tulang pubis tersebut melebar karena pengaruh hormone. Keadaan tersebut dapat dirasakan dengan rabaan tangan. Pada lovebird jantan, jarak antara dua tulang pubis tersebut sempit. Teknik perabaan ini hanya dapat digunakan bila kegiatan seksual lovebird betina dengan aktif.

g. Pemeriksaan dengan alat laparoscopy
Untuk mengetahui jenis kelamin lovebird juga bisa dilakukan dengan menggunakan alat laparoscopy. Lovebird yang akan diperiksa jenis kelaminnya harus dibius dulu. Setelah itu dilakukan operasi kecil pada bagian kiri tubuh burung di antara tulang rusuk, tulang pinggang dan tulang paha. Dari bagian yang dioperasi itu dimasukkan alat laparoscopy untuk melihat ada tidaknya ovary (indung telur). Jika ada ovari maka lovebird tersebut dipastikan betina. Cara ini hanya bisa dilakukan jika burung sudah dewasa.

h. Pemeriksaan DNA
Cara lain untuk mengetahui jenis kelamin lovebird adalah dengan menguji DNA yang dapat diperoleh dari darah atau bulu burung. Setelah DNA diekstrak dengan larutan tertentu dan proses lebih lanjut, lalu hasilnya dipotret dengan Polaroid. Apabila dalam foto tersebut terlihat dua pita maka lovebird tersebut dapat dipastikan berkelamin betina. Namun jika terlihat hanya satu pita, lovebird itu bias dipastikan jantan.

Cara ini dianggap lebih cepat dan hasilnya lebih akurat. Namun biaya uji DNA sangat mahal. Selain itu di Indonesia belum banyak laboratorium yang menawarkan jasanyan untuk memeriksa jenis kelamin burung dengan uji DNA.

Pasangan sejenis juga bercumbu
Pada jenis lovebird yang tidak dapat dibedakan antara jantan dan betinanya berdasarkan bentuk tubuh dan warna bulunya sering terjadi kesulitan untuk memperoleh pasangan yang sesuai,.

Sering terlihat dua ekor jantan berperilaku seperti pasangan lovebird yang berlainan jenis. Hal yang sama juga terjadi pada dua lovebird betina. Bahkan pada pasangan lovebird betina ini apabila bertelur maka jumlah telurnya akan lebih banyak dari pasangan yang normal, tetapi telur tersebut tidak fertile alias tidak akan menetas jika dierami.

Hal yang membedakan antara pasangan jantan-jantan dan betina-betina adalah pada pasangan jantan-jantan tidak akan membuat sarang karena perilaku itu hanya milik lovebird bertina.

Ada yang menyatakan bahwa lovebird jantan adalah yang menyuapi pasangannya sedangkan betina yang disuapi. Tetapi hal ini tidak benar karena lovebird betina juga sering menyuapi lovebird jantan untuk menarik perhatian si jantan. Juga tidak benar bahwa lovebird betina memiliki paruh dan kepala yang lebih kecil ketimbang lovebird jantan. Dan tidak tentu benar bahwa lovebird jantan memiliki kepala yang lebih lebar dengan paruh yang lebih runcing.