Search This Blog

Wednesday, 8 August 2012

Cara Memelihara Merawat Anak Kelinci Yang Baru Lahir

Ini ada beberapa cara untuk merawat anak kelinci yang baru lahir:

1. Sebelum induk kelinci melahirkan pastikan induk kelinci dipisahkan dengan kelinci lain, jangan mencampurnya di satu kandang agar anaknya nanti tidak terinjak-injak.

2. Buatlah tempat atau kotak untuk baby kelinci, biasanya induknya merontokkan bulunya dan bisa dikasih daun-daun kering di dalm kotaknya. Letakkan di pojok kandang.

3. Jangan memegang baby kelinci sampai tumbuh bulu karena induknya bisa tidak mau menyusui dikarenakan baunya tidak dikenali.

4. Siapkan selalu pakan didalam kandang, jangan sampai Induk kelinci memakan anaknya.

5. Kelinci dara (beranak pertama kali) biasanya ada juga yang tidak mau merawat anaknya. Jika induknya tidak mau menyusui, kita dapat menyusukan baby-baby kelinci secara paksa dari induknya. Caranya kumpulkan baby-baby kelinci di tengah kotak, dipegang juga tidak apa-apa, karena induknya memang tidak mau menyusui. Letakkan induknya di atasnya, pastikan baby-baby itu menyusu sambil mengelus-elus induknya.

6. Periksalah perut baby kelinci sudah gembung atau berisi, Lakukan 3 kali sehari.

7. Setelah baby-baby kelinci berumur 1,5 s/d 2 bulan, maka baby-baby kelinci tersebut siap disapih.

Itulah beberapa cara merawat anak kelinci yang baru lahir, semoga bermanfaat ^^

sumber : B - NEWS

Penyakit Kelinci Dan Cara Pengobatannya

Keberhasilan dalam beternak kelinci salah satunya adalah bagaimana pencegahan terjadinya penyakit dan pengobatannya. Dibawah ini beberapa penyakit yang menimpa kelinci dan pencegahan dan pengobatannya .

A. Luka
- Penyebab : macam luka disini karena digigit tikus, kucing , anjing atau terkena benda tajam lainnya.
- Pencegahan : tempatkan kelinci pada tempat yang aman dari gangguan predator ( tikus, kucing atau anjing dan kandang yang aman dari benda tajam ( kawat yang putus atau alas ataupun didinding kandang yang rusak ) ataupun kelinci yang diumbar diluar kandang
- Pengobatan : bersihkan luka dengan air hangat , cukur bulu sekitar luka . Untuk mematikan bakteri pada luka menggunakan rivanol atau garam. Kemudian diberikan obat merah/betadine dengan merata pada luka.

B. Radang Mata ( Kornea Mata )
- Penyebab : infeksi karena kornea mata terkena benda tajam ( lembaran rumput atau benda tajam yang lain ) , karena kekurangan vitmin A sehingga berakibat tekanan pada gigi yang berakibat mata berair
- Pencegahan : Pastikan kelinci berada pada kandang yang aman dan nyaman dari benda tajam, cek kualitas rumput sebelum dikasihkan ke kelinci ( pastikan rumput yang aman untuk dikosumsi )
- Pengobatan : Pemberian obat yang mengandung Cephalexin Sismetik atau Cephalonium Topical , Obat salep mata topical

C. Tungau Telinga ( telinga berkerak dan bau )
- Penyebab : Telinga muncul kerak bewarna coklat dan cairan berbau yang ditandai sebelumnya muncul bintik merah muda dan kelinci menggaruk-garuk telinga terus. Penyait ini dapat cepat menular dikarenakan binatang kecil yang namanya tungau
- Pencegahan : (1) Pastikan kandang bersih, tidak becek dan lembab , (2) Tempat pakan dan minum harus bersih , pakan berair mudah menimbulkan tungau, (3) Kurangi kepadatan kandang koloni, (4) Pisahkan kelinci sakit supaya kelinci yang sehat supaya tidak tertular
- Pengobatan : bersihkan telinga dengan air hangat dengan kain bersih dan oleskan minyak kelapa yang asli jangan bekas , atau obat lain dapat memakai pinisilin , atau antibiotik yang model injek ( lihat label " obat dan vitamin kelinci ")

D. Jamur Kulit
- Penyebab : jamur di tandai pada kulit berwarna bintik - bintik merah dan bulu menebal kusut. Hal ini dikarenakan kandang yang kotor
- Pencegahan : Kandang harus bersih
- Pengobatan : Dibersihkan bagian yang terkena jamur dan cukur bulunya. sebelum dikasih obat salep kulit sebaiknya luka diobati dengan obat merah/yodium

E. Bisul
- Penyebab : Darah kotor yang tersumbat atau infeksi kulit berupa benjolan yang membesar didalmnya berisi nanah dan terasa panas
- Pencegahan : Kebersihan kandang , tempat makan dan minum menjadi syarat mutlak
- Pengobatan :( 1 ) Tumbuk beberapa daun sosor bebek, saring airnya dan dicampur madu diminumkan, ( 2 ) cara ke dua ;daun lidah buaya dikupas kulitnya, dilumatkan tambah sedikit garam dan ditempelkan pada bisul , ( 3 ) cara ketiga ;bila cukup matang, bedah secara pelan-pelan sampai darah kotor keluar dan berikan obat merah

F. Tengeng ( Kepala kelinci miring/bengkok sebelah karena saraf )
- Penyebab : ( 1 ) karena radang telinga ditandai dengan nyeri, demam, hilangnya pedengaran, telinga mendenging dan pusing , ( 2 ) kuman yang menyerang saraf kelinci . Dua hal itu berakibat kehilangan keseimbangan kepala, goncangan kepala secara tiba-tiba dan kekurangan makan.
- Pencegahan : Memberi pola makan yang baik
- Pengobatan : Pemberian antibiotik sesuai takaran

G. Kanibal ( induk kelinci memakan anaknya yang baru dilahirkan )
- Penyebab : (1) Kurang amannya kandang dari gangguan tikus,kucing, anjing atau banyak dikunjungi orang, (2) Pola makan yang buruk dimasa kehamilan hingga melahirkan. Dua hal diatas dikarenakan induk kelinci merasa cemas dan takut kalau anaknya setelah lahir tidak bisa hidup dengan baik atau anak kelinci tidak aman
- Pencegahan : (1) Kandang induk hamil dibauat min ukuran 60 x 70 cm , dan kotak melahirkan dibuat ukuran 30 x 30 cm , (2) Pakan standar dan bergizi, (3) Air minum selama kehamilan, melahirkan dan menyusui harus terjamin , jika perlu tambah vitamin , (4) Kandang aman dari ancaman tikus, kucing, ular maupun anjing, (5) Induk hamil yang mau melahirkan hindarkan terlalu banyak dikunjungi orang banyak, kecuali yang merawat tiap hari , (6) kebersihan kandang terjamin

H. Stres
- Penyebab : (1) Kelinci sakit tanpa pengobatan, (2) Lingkungan yang berisik misal : berisik kendaraan, suara anjing gagak, banyaknya manusia , (3)Kelinci tidak diberikan kasih sayang / dielus-elus, (4) kandang kelinci sempit atau koloni kelinci terlalu banyak, (5) Pakan dan minum kualitasnya buruk , (6) Suhu dibawah 15 derajat atau diatas 26 derajat, (7) Perjalanan jauh tanpa perhatian
- Akibat Stres : Kelinci mengalami gagal jantung/kematian langsung, asam lambung, sakit gigi, metabolisme karbohidrat pada usus terganggu, gagal hati/kematian langsung
- Pengobatan : (1) Berikan Analgesik /penghilang rasa sakit, (2) berikan belaian kasih sayang dan jauhkan gangguan dari tikus, kucing, anjing atau kunjungan banyak orang, (3) Hindarkan lampu terang, sinar matahari dan bau menyengat, berikan ketenangan, (4) Berikan rumput yang berkualitas bagus

I. Radang Payudara ( Mastitis )
- Penyebab : Hal ini ditandai dengan peradangan/pembengkakan pada payudara dengan warna kebiru-biruan ,tidak nafsu makan, pandangan hampa dan demam sampai 40 derajat lebih . Penyebabnya karena bakteri yang merusak jaringan puting susu, bakteri ini muncul karena kebersihan kandang dan kotak anak kelinci kondisinya buruk
- Pencegahan : Kebersihan kandang dan kotak kelinci syarat mutlak yang harus dipenuhi
- Pengobatan : (1) Bersihakan puting dengan air hangat, lap dengan cairan alkohol atau rivanol, pemberian obat disaat pagi hari dan pisahkan dengan anaknya , dan masukkan kembali pada saat sore hari , ( 2 ) pemberian anibiotik sesuai dengan takarannya

J. Penyakit koksidiosis
Salah satu kendala beternak kelinci yaitu penyakit koksidiosis, merupakan penyakit yang menyerang kelinci terutama umur muda (5-8minggu) sedang kelinci dewasa cenderung karier. Pada kelinci terdapat dua bentuk koksidiosis, yakni koksidiosis intestinal dan koksidiosis hati.Mortalitas 50 sampai 100%. Kasus banyak bersifat subklinis. Pada kasus klinis gejala yang nampak adalah: pembesaran abdomen, nafsu makan menurun, berat badan menurun, ikterus dan mencret. Pada kesempatan ini akan memaparkan etiologi, siklus hidup dan upaya
penanggulangannya.

K. KEMBUNG
Penyakit ini sering menyerang anakan dibawah 2 bulan dan indukan yang hamil atau menyusui, apabila tidak ada penaganan yang cepat akan berakibat pada kematian.
Beberapa penyebab terjadinya kembung antara lain :
1. Kelinci mengalami asam lambung dan gas masuk ke dalam perut dan tidak bisa dikendalikan
2. Peralihan musim, dimana kelinci mengalami perut kosong
3. Pola makan tidak teratur dan kekurangan air minum
4. Perjalanan jauh yang menimpa anakan kelinci umur dibawah 2 bulan ,tanpa perhatian dalam makanan
5. Stress akibat kalah dominasi dari kelinci lain, ini akibat kelinci dalam kolono dengan ukuran dan usia yang berbeda sehingga kelinci yang kalah bersaing dalam makan berpotensi terjadi kembung
Kelinci yang kembung kelihatan malas makan dan cuek dengan lingkungan sekitar, tatapan mata kosong kedepan ,kaki depan menjulur kedepan , badan membungkuk dan perut membesar dengan kepala-kepala bergerak-gerak menahan sakit. Bila kembung semakin akut biasanya gigi bunyi gemertak karena menahan sakit

Ada 2 hal yang perlu diperhatiakn dalam melihat kelinci kembung, agar tidak salah pengobatannya :
1. Kelinci kembung terkandang ditandai berak/mencret cair bewarna biru kehijauan dan bau. 2 hari berak hilang dan biasanya kiata beranggapan bahwa kelinci sembuh dari mencret, tapi tiba-tiba perut kelinci menggelembung besar
2. Kelinci kembung tanpa ditandai berak/mencret bahkan seharian kelinci tidak keluar kotoran dan tiba-tiba perut menggelembung/membesar.
Pengobatan untuk penyakit kembung :
1. Untuk tindakan darurat sebaiknya memberikan pupus jambu, pupus pisang disertai garam secukupnya
2. Untuk secara oral kita dapat menggunakan arang batok kelapa
3. Pemberian antibiotik anti stess dengan merk Introvit, Enrofloxacin ( contoh norit ) pemakian secara oral
Pengalaman beberapa peternak ada yang menggunakan magasida dengan takaran 0,2 ml.

L. DIARE
Penyakit ini sering kita sebut mencret. Kelinci yang mengalami mencret dapat sembuh dan dapt juga mengalami kematian. Apabila kita tidak menangani secara tepat maka akan berakibat pada kematian pada kelinci. Agar kita tepat dan cepat bertindak menangani penyakit ini, kita harus mengetahui jenis diare/mencret yang dialami pada kelinci.

Ada beberapa jenis daire yang sering menyerang kelinci :

1. Diare Biasa dengan kotoran normal dan konsisten
- Gejala : kotoran normal dan tidak dimakan kelinci dengan kondisi fases keras dan kondisi kelinci selera makannya bagus
- Penyebab : Kegemukan, sakit gigi, Rematik, Radang sendi, penyakit kulit disekitar selakangan
2. Diare biasa dengan kotoran lembut, cair dan konsisten
- Gejala : kotoran lembut tidak dimakan dengan kondisi butiran fases keras dan kondisi kelinci bagus
- Penyebab : Perubahan makanan, tidak ada serat makan, pakan terlalu berair, stress
3. Kokidiasis
- Gejala : kelinci mengalami diare bervariasi dengan dari fases cair hingga fases lembut tapi banyak. Hal ini berakibat kelinci jadi pendiam, berat badan menurun.
- Penyebab : parasit eimera , parasit ini muncul dikarenakan tempat yang sesak, kotor dan lembab. Parasit ini menyerang usus dan sistem pencernaan . Kelinci yang terinfeksi mengalami Oosista ( ini menyerang anakan kelinci diatas 21 hari dikarenakan kandang yang jorok pada waktu penggantian musim )
- Pencegahan : (1) Kandang harus bersih dari kotoran sekecil apapun, (2) Kandang tidak boleh kotor, basah dan lembab pada musim kemarau, (3) Pindahkan kelinci ke kandang yang lain dan kandang diberi vaksin setiap sudut sampai bersih
- Pengobatan : (1) Untuk kelinci yang nafsu makannya baik, berikan obat sulpha khususu hewan dan berikan makanan yang bergizi , (2) Obat pediatric suspensian produk trimethoprim/sulfamethoxazole sesuai dosis, (3)Obat alami : 3 daun pupus jambu klutuk, 2 pupus daun pepaya, pupus daun pisang secukupnya, garam sepucuk sendok teh, adu satu sendok teh. Tumbuk daun-daun tersebut dan peras , diambil airnya dicampur dengan garam dan madu dengan air hangat. Berikan secara oral ke mulut kelinci dengan suntikan ( tanpa jarum)
4. Mucoid Enteropathy
- Gejala : tidak ada fases keras , diare dan lendir bercampur, tidak ada fases yang keluar pada tahap berikutnya. Ciri-cirinya : perut kembung, badan membungkuk, pediam dan perut bersuara gemerutuk
- Penyebab : kelinci mengalami stress karena kondisi lingkungan yang tidak baik, udara terlalu panas, peralihan cuaca yang mendadak, perjalanan jauh, ancaman hewan buas, dan kelinci kalah dominan di satu kandang koloni. Kasus ini sering menimpa kelinci dibawah 2 bulan dan indukan kelinci yang menyusui.
- Pengobatan : Sebelum terjadinya penyakit ini alangkah baiknya dilakukan pencegahan terlebih dahulu. Untuk pengobatan baiknya dilakukan pengobatan secara alami seperti penanganan kokidiasis atau juga seperti penanganan penyakit kembung.

Penyakit Kelinci Yang Menular Pada Manusia

Saat akan memutuskan atau pertama kali memelihara kelinci selalu terbesit dalam pikiran kita. Amankah kita untuk memeliharanya? Pemikiran ini timbul karena didorong adanya pertanyaan dalam diri kita apakah ada ancaman penyakit kelinci yang dapat menular ke manusia? Jawabannya adalah iya. Sehingga dengan adanya suatu ancaman tersebut dapat membuat rasa ketakutan ataupun kekhawatiran untuk memutuskan dalam memelihara kelinci. Akankah ancaman tersebut membatalkan keputusan kita untuk memelihara kelinci?

Nah, dalam ulasan kali ini akan membahas apa saja ancaman penyakit kelinci yang dapat menular ke manusia dan apa yang harus dilakukan jika itu terjadi? Mari kita simak bersama…..^_^

Keputusan awal untuk memelihara kelinci sebagai hewan peliharaan kita merupakan suatu keputusan yang sangat tepat. Bagaimana tidak, hewan yang satu ini sangat unik dan menarik perhatian, selain itu yang terpenting kelinci merupakan hewan yang aman terhadap penyakit menular ke manusia. Lalu yang menjadi pertanyaan apakah ada ancaman penyakit dari kelinci?

Ancaman tersebut tentu ada, namun saat ini masih sedikit penyakit yang dapat menular dari kelinci ke manusia selama tubuh dalam kondisi yang sehat. Namun, tidak menutup kemungkinan dapat tertular apabila sistem imun tubuh menurun. Segala ancaman tersebut dapat diatasi apabila kita melakukan berbagai pencegahan antara lain dari aspek kelincinya dahulu, yakni :
- memilih kelinci yang akan diadopsi harus dalam kondisi benar-benar sehat dan cukup usia (minimal 2 bulan)
- selalu menjaga sanitasi kandang
- memberikan pakan sesuai kebutuhan nutrisi dan tidak terkontaminasi mikroorganisme,
- serta menjaga kelinci kesayangan kita agar tidak kontak dengan hewan lain yang sakit.

Kemudian dari aspek pemilik hewan setelah melakukan kontak dengan kelinci kesayangan jangan lupa untuk mencuci tangan agar tidak ada penularan penyakit dari kelinci ke pemilik hewan maupun sebaliknya.

Lingkungan kandang yang bersih menjamin kesehatan Pemilik dan Kelincinya
Kalau tadi kita sudah mengulas mengenai pencegahan ancaman penyakit pada kelinci, sekarang kita akan mengulas penyakit pada kelinci yang dapat menular ke manusia. Kelinci dapat terserang penyakit akibat adanya infeksi dari parasit, bakteri dan agen penyakit lainnya. Misalnya infeksi akibat parasit yaitu scabiosis yang disebabkan ektoparasit Notoedres cati dan Sarcoptes sp.

Penyakit ini dapat menular ke manusia dengan kontak langsung dari kelinci yang berpenyakit scabiosis dan efeknya pada manusia akan terasa gatal yang sangat. Oleh sebab itu, seusai kontak dengan kelinci yang menderita scabiosis, maka pemilik wajib mencuci tangan dengan sabun atau dianjurkan memakai hand gloves.

Kemudian ketika kelinci kita menunjukkan gejala yang tidak sehat, maka apa yang harus kita lakukan agar kelinci kita sehat kembali dan penyakit tersebut tidak dapat menular kepada kita?

Cuci tanganlah sebelum dan sesudah kontak dengan kelinci
Tanamkan pada diri kita untuk tidak mencoba-coba mengobati kelinci dengan sistem asal atau perkiraan karena dapat berakibat buruk saat itu juga maupun beberapa waktu setelah itu. Jangan tunda untuk membawa kelinci kesayangan kita ke dokter hewan terdekat atau dokter hewa kepercayaan agar segera mendapatkan penanganan medis. Selain itu lakukan konsultasi mengenai penyakit tersebut dan perawatan yang perlu dilakukan oleh pemilik.

Nah, itu tadi sedikit tips dalam memelihara kelinci, semoga bermanfaat dan bisa memberikan pencerahan. Jangan takut untuk memelihara kelinci karena kelinci adalah salah satu hewan yang sangat menarik dan aman bagi kita selama pemeliharaan terjaga dengan baik

Jenis – Jenis Penyakit Kelinci & Obatnya

Ada beberapa jenis penyakit yang sering menyerang Kelinci, berikut kami jelaskan penyakit beserta obatnya :

1. Abses : disebabkan oleh bakteri dengan ciri - ciri adanya bengkak dibawah kulit, dagu, leher dada atau ditempat lain. Obatnya Limoxin 200 LA

2. Masitis : disebabkan oleh bakteri dengan ciri - ciri kurang nafsu makan, haus bekepanjangan suhu badan meninggi serta ambing berwarna merah dan kesakitan jika di sentuh. Obat Limoxin 200 LA.

3. Berak Darah (Cocidiosis) : disebabkan oleh bakteri Isospora Bigemina menyerang usus dan hati ciri-ciri kelinci lesu, nafsu makan menurun, berat badan menurun, perut tampak membesar. Obatnya Amporolin 300 WS atau Colistan

4. Flu dan Pilek : disebabkan virus influenza ciri-ciri bersin bersin dan hidung mengeluarkan cairan. obatnya Limoxin 200 LA

5. Kembung (Bloat) : disebabkan oleh parasit yang hidup diusus hati kelinci ciri-cirinya badan kurus, lesu, telinga pucat, bulu kasar, jika diraba perut terasa keras, selalu berdiri dengan posisi membungkuk, kotoran warna hijau gelap, berbau dan muncul lendir menggantung di duburnya. Obatnya Permenthyl 5%

6. Kudis (Scabies) : disebabkan oleh kutu Sarcopies Scabie berbentuk bulat dan berkaki ukuranya 0.2-0.6 mm. sekali bertelur mencapai 40-50 butir biasanya menyerang bagian telinga, hidung, kepala, kaki hingga ke seluruh tubuh. Obatnya Intermectin

7. Mencret : disebabkan oleh udara lembab, basah, terkena gin malam secara langsung, bisa juga karena jenis pakan yang diberikan tidak cocok terlalu banyak hijauan basah, sehingga kurang serat, ciri-cirinya nafsu makan kurang, perut kembung, kotoran encer dan bau, mata sayu dan bulu kusam. Obatnya Intertim Oral / Intertim LA.

8. Sembelit : disebabkan pakan kering yang tidak diimbang dengan jumlah air minum yang cukup ciri-cirinya kelinci gelisah dan urine sangat sedikit. obatnya tambahkan air minum dan berikan pakan sayuran dan hijauan yang mengandung serat tinggi.

Dari beberapa penyakit diatas yang paling sering menyerang kelinci adalah Kembung dan Mencret yang diakibatkan oleh makanan dan perubahan cuaca, saran saya untuk antisipasi sebaiknya slalu siap obat Kembung ( Permenthyl 5%) dan Obat Mencret (Intertim Oral) dan untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak cepat terserang penyakit kasih Vitamin( Introvit 4 WS) dua minggu sekali selama 3 hari berturut-turut.

Thursday, 5 July 2012

Memilih Bibit Kelinci yang Baik

Keberhasilan dalam beternak dan memelihara kelinci adalah berasal dari bibit kelinci yang baik. pasti banyak pertayaan, bagaimana sih kelinci yang baik/bagus/sehat dan layak dipelihara ? itu hal yang umum dan wajar menjadi pertanyaan.

Ciri-ciri kelinci yang baik adalah sebagai berikut :
- Kepala sesuai ukuran badan
- Penampilan nampak tegap, gerakannya gesit dan menarik perhatian.
- Bulu halus mengkilap dan tidak rontok atau adanya parasit karena penyakit tertentu ,misal : kulit kaki, telinga, hidung mengelupas/pecah-pecah. (bulu rontok untuk indukan bisa juga karena kelinci itu mau beranak atau siap kawin).
- Pandangan mata tajam, tidak cekung atau melelehkan air mata, demikian juga untuk hidung dalam kondisi bersih juga tidak ada ingusan.
- Nafsu makan baik.
- Bagian kaki tidak bengkok, tampil lurus tegap dan kokoh menyangga badan Ekor naik mengikut arus tulang punggung. Kelinci yang ekornya tergeletak dilantai atau menceng biasanya terkena penyakit.
- Bagian saluran kencing dan anus tidak basah dan kotor.

Umur
Indukan umur antara 6-8 bulan sangat produktif melahirkan anak,jangan sampai beli indukan diatas 2,5tahun. Karena usia tersbeut kelinci sudah tidak produktif dan kemungkinan tidak bisa melahirkan lagi
Jika kita ingin membeli kelinci anakan pastikan usia nya 60 hari, dimana selama 45 hari anakan bersama induk untuk mendapatkan pasokan asi. Jangan sampai membeli kelinci yang umurnya dibawah 60 hari .

Hal-hal yang menyebabkan kematian anak kelinci dibawah usia 60 hari tinggi dikarenakan :
Anak kelinci disapih dibawah usia 45 hari, karena ingin mendapatkan uang banyak maka menjualnya pada umur yang belum waktunya sapih.
Penggantian pakan pada usia dibawah 60 hari tidak boleh mendadak.
Perjalanan jauh bagi kelinci dibawah umur 60 hari adalah penderitaan , terlebih cuaca panas tanpa makan dan minum

Jenis dan Silsilah
Silsilah keturunan harus jelas dan memenuhi standar yang jenis. Keturunan asli ini sangat penting untuk indukan supaya kualitas anak-anaknya tetap terjaga dengan baik.

Sumber : Paduan Memelihara Kelinci ( Rudy H ), Internet, dll