Search This Blog

Saturday, 3 November 2012

Cara memijahkan lele

Cara memijahkan lele
silahkan diputar dan dipelajari video dibawah ini, 
Semoga bermanfaat

Friday, 2 November 2012

Kolam lele


Kolam lele
1. Untuk melakukan pemupukan kolam dengan menggunakan kotoran sapi, harus dipastikan kotoran sapi tersebut telah menjadi pupuk kandang (terdekomposisi) yang siap pakai, bukan yang masih baru keluar dari anus atau alat pengeluaran kotoran sapi (belum terdekomposisi), karena bila masih baru kotorannya akan menyebabkan permasalahan pada kolam seperti muncul serangan penyakit pada ikan seperti jamur, dan serangan bakteri lainnya dan menyebabkan kualitas air kolam menjadi rusak.
2. Untuk pemupukan kolam dengan menggunakan produk NASA lebih praktis dibandingkan menggunakan pupuk kandang yang harus diolah terlebih dahulu hingga menjadi pupuk kandang yang siap pakai. Gunakan produk TON sebagai pupuk kolam dengan dosis : 1 sendok makan dicampurkan pada 10 liter air kemudian disiramkan ke kolam. Pemberian TON yang baik saat setelah olah tanah dan pengeringan dasar kolam, dimana kolam dimasukkan air hingga ketinggian 10-20 cm, kemudian siramkan produk TON biarkan selama 4-5 hari untuk membentuk pakan alami ikan yaitu plankton terlebih dahulu serta pengkondisian kolam agar siap untuk ditebar ikan. Setelah 4-5 hari dari penyiraman TON pada kolam, masukkan kembali air ke kolam hingga ketinggian air sekitar 60-80 cm, kemudian baru masukkan bibit ikan lele. Sebaiknya pemasukkan bibit lele saat pagi hari atau sore hari dimana suhu permukaan kolam tidak terlalu panas.
3. produk NASA selanjutnya yaitu VITERNA dan POC NASA untuk meningkatkan nafsu makan ikan, memacu pertumbuhan ikan, meningkatkan kesehatan ikan sehingga angka kematiannya dapat ditekan seminimal mungkin. Viterna dan POC NASA berasal dari bahan-bahan alami. Viterna dan POC NASA merupakan nutrisi murni yang mangandung protein, vitamin, mineral dan energi. Caranya : 2 produk NASA tersebut di campur terlebuh dahulu menjadi satu larutan, dosis : 1 tutup botol campuran 2 produk NASA tersebut dicampurkan pada 1 liter air kemudian disemprotkan atau dicampurkan pada per 3 kg pakan pelet ikan, dikeringkan / dianginkan sekitar 5 menit agar cairan produk NASA dapat meresap kedalam pakan pelet, baru kemudian diberikan kepada ikan.
Demikian informasi dari kami, semoga bermanfaat. Sukses selalu untuk kita semua
Oleh: Ir. Hepi Prana

Thursday, 1 November 2012

Kebutuhan kapur


Kebutuhan kapur untuk berbagai tingkat keasaman dan tekstur Dasar Tambak atau Kolam Tanah (Ton/ha)

pH
Tekstur Tanah
Lempung Liat Berat
Pasir Berlumpur
Pasir
4,0
4,0 – 4,5
4,5 – 5,0
5,0 – 5,5
5,5 – 6,0
6,0 – 6,5
4
3
2
1,5
1
0,5
2,0
1,5
1,25
1
0,5
0,5
1,25
1,25
1
0,5
0,25
0

Wednesday, 31 October 2012

Plankton


Plankton,

Tumbuhan atau hewan yang berukuran sanat kecil ( tidak dapat dilihat dengan mata telanjang) yang hidup melayang di air
Jenis :
1. Plankton Tumbuh (Phytoplankton)
     Sebagai Produsen tingkat pertama
     Jenis yang baik: Ganggang Hijau (Chlorophytaceae)
2. Plankton Hewan (Zooplankton)
    Sebagai konsumen tingkat pertama (memakan Phytoplankton)



Tuesday, 30 October 2012

TON


TON (Tambak Organik Nusantara) merupakan nutrisi tambahan yang bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas dan memelihara keseimbangan ekosistem tambak. Banyak keunggulan yang dimilki TON diantaranya adalah :
1. Dapat mengikat logam-logam berat yang berbahaya bagi ikan dan udang.
2. Membantu menguraikan senyawa kekal-komplek yang berbahaya dan beracun, seperti : H2S amoniak, asam laktat, dan sebagainya.
3. Memberikan semua jenis unsur makro, unsur mikro lengkap untuk mempercepat pertumbuhan plankton sebagai pakan alami udang dan bandeng.
4. Membantu dan merutinkan molting udang.
5. Membantu sistem pencernaan udang.
6. Meningkatkan pertumbuhan dan sistem kekebalan tubuh udang.
7. Membantu perkembangan mikrooganisme yang bermanfaat bagi lingkungan tambak dan bermanfaat bagi pertumbuhan udang/bandeng.
8. Membantu menciptakan dan mempertahankan ekosistem tambak yang seimbang.

Monday, 29 October 2012

Pendederan Gurame


Pendederan Gurame dengan aplikasi TON
1. Aplikasi pada saat Persiapan Kolam
-    Dosis ; 3 botol ukuran besar (3 X 500 g = 1500 gram)  per 1000 m2
-    Untuk luas kolam 4 X 4 = 16 m2, maka jumlah TON yang diperlukan :
16/1000  X 1500 g  =  24 g atau kira-kira setara dengan 2 sendok makan penuh
-    Pada TON yang berbentuk tabur, tabur ke tanah secara merata, atau bisa diencerkan kemudian disiramkan merata.
-    Pada kolam tanah, aplikasi dilakukan sebelum pengapuran. Setelah dikapur dan dibiarkan 2-3 hari, air dimasukkan setinggi mata   kaki dahulu, biarkan  selama   3 hari, baru kemudian dimasukkan penuh.
2. Aplikasi selama pemeliharaan.
-    TON ditaburkan/disiramkan tiap 15 hari sekali (jika pemeliharaan kurang dari 1 bulan, maka hanya diberikan sebanyak 1 kali).
-    Dosis : 1 botol per 1000 m2
-    Untuk luas 16 m2jumlah TON yang digunakan :
16/1000 X 500 g  =  8 gram atau ambil saja 1 sendok makan tidak penuh.
-    Siramkan atau taburkan merata ke air kolam.
3. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan :
-    Penebaran larva gurame dilakukan secara hati-hati, terlebih dahulu periksa suhu pada tempat pemeliharaan sebelumnya, sesuaikan suhu air di tempat pemeliharaan sebelumnya dengan air di kolam pendederan.   
-    Akan lebih baik lagi jika ada kolam tandon untuk mengendapkan kotoran yang larut di air yang akan digunakan untuk pemeliharaan ikan yang dideder.
-    Sebelum larva dimasukkan akan lebih baik jika dilakukan pengecekan suhu, pH, dan kadar oksigen terlarut.

Sunday, 28 October 2012

Penyakit Ikan air Tawar dan Pengobatannya


Penyakit Ikan air Tawar dan Pengobatannya, ada beberapa organisme yang dapat menyebabkan panyakit pada  ikan adalah ;

1. Cendawan/jamur.
Yang berbahaya ; Saprolegnia dan Achyla, selalu ada di perairan terutama yang tinggi bahan organiknya, tidak menyerang ikan sehat, tetapi pada ikan luka atau lemah. Ciri-ciri : timbul serabut putih seperti kapas di sekitar luka.
Jika ikan sakit terlalu banyak, taburkan garam dapur 1 kg/25 m2 yang dicampur dengan cuka 1 botol dan dilarutkan dalam 5 liter air, perlakuan lebih baik dilakukan sebelum ikan terinfeksi jamur untuk mengantisipasi jika air kolam sudah tercemar oleh jamur. Mengatasi jamur juga bisa dilakukan dengan beberapa obat antijamur misalnya PK, obat dengan merk Bendos, Q-Fish dan lain-lain.

2. Bintik Putih.
Disebabkan Ichthyophthirius multifiris. Gejalanya bintik-bintik putih pada kulit dan insang, serangan parah ditandai kulit dan insang rusak. Muncul di kolam lama tergenang. Cara mengobatinya : perbaikian sanitasi agar tidak menular. Perlakuan sederhana menaburkan garam dapur 30 g/l diulang 2 – 3 kali berturut-turut, cara lain dengan malacyte green dosis 0,1 g/m2 yang diulang hingga 2 hari sampai sembuh.

3. Borok/cacar.
Disebabkan oleh bakteri Aeromonas dan Pseudomonas. Tanda-tandanya : kerusakan hati, limpa dan daging. Gejala awal : borok di kulit. Cara mengatasinya dengan antibiotic  seperti Tetracycline, Supertetra atau Streptomycin yang dicampur dengan pakan dengan dosis 1 mg/kg pakan. Pengobatan sederhana : taburkan garam dapur 10 kg yang ditumbuk dengan daun papaya.

 4. Cacing.
Jenis yang sering menyerang ; Dactylogyrus dan Gyrodactylus. Yang memicu : kepadatan tinggi dan perubahan lingkungan mendadak. Gejala awal ; nafsu makan turun dan sering ke permukaan air.
Parasit itu merusak insang dan kulit. Insang mengalami luka dan pendarahan, pernapasannya terganggu. Kulit ditandai keluarnya lendir ,warna ikan pucat, lemas dan sirip menguncup.
Ditanggulangi dengan mengganti air dalam jumlah besar. Taburkan garam dapur 40 g/m2 ke kolam. Atau merendam ikan sakit dengan larutan Kalium permanganate (PK) konsentrasi 0,01% selama 30 menit.

 5. Trichodina.
Disebabkan sejenis protozoa, menyerang insang, tandanya ikan sering berputar-putar dan menggantung pada permukaan   air. Pengobatan dilakukan dengan merendam di larutan formalin dengan konsentrasi 15 – 20 ppm
Produk NASA yaitu TON memang bukan bersifat sebagai obat, akan tetapi perlakuan sebelum ikan ditebarkan akan mencegah merebaknya berbagai agen penyebab penyakit tersebut. Bibit penyakit itu muncul karena  kualitas air yang jelek,  TON  akan memperbaiki kualitas air sehingga bisa mencegah merebaknya berbagai agen penyebab penyakit tersebut .
Sedangkan Produk NASA untuk nutrisi yaitu VITERNA, POC NASA dan HORMONIK berfungsi untuk memenuhi kebutuhan gizi atau nutrisi ikan sehingga akan lebih kuat menghadapi berbagai kondisi yang tidak menguntungkan.