Search This Blog

Sunday, 10 February 2013

Cara Menanam Anggur Di Dalam Pot Supaya Cepat Berbuah

Pada postingan sebelumnya kita telah membahas cara menanam anggur di kebun, pada postingan kali ini akan dijelaskan bagaimana cara menanam anggur dalam pot supaya cepat berbuah.

cara menanam anggur, budidaya anggur, cara menanam anggur dalam pot

Tanaman anggur selain dapat di tanama di kebun juga dapat ditanam di dalam pot, dan tidak hanya cukup dengan keindahan bentuk tanamannya saja yang kita dapat tetapi kindahannya itu dapat dilengkapi dengan buah yang bergelantungan di dahan-dahan kecilnya.

Pemandangan yang indah seperti itu bisa kita ciptakan disekitar lingkungan rumah kita, tentunya dengan cara-cara sesuai dengan aturan yang benar serta memahami  karakter tanaman anggur tersebut supaya tidak malas berbuah.

Salah satu kelebihan menanam anggur di dalam pot ini kita bisa membentuk tanaman tersebut seindah mungkin, dengan membentuk percabangannya apalagi ditambah dengan munculnya buah-buah yang kelihatan segar.

Walaupun tujuannya untuk menghiasi lingkungan rumah atau dijadikan tanaman hias namun buah yang dihasilkan dapat dimakan juga, dan tidak hanya itu saja kelebihannya, tanaman anggur dalam pot yang sudah berbuah dan memiliki bentuk yang indah akan memiliki nilai jual yang cukup tinggi dibanding bibit anggur yang hanya ditanam di polybag saja dan tidak berbentuk.

Tidak ada slahnya dong,.. apabila hoby Anda dapat menghasilkan uang tambahan, tetapi dengan syarat Anda harus kreativ dalam membentuk tanaman anggur tersebut.
Ok, kita lanjut saja ke poko intinya, yaitu cara atau tahapan-tahapan agar tanaman anggur ini bisa indah ketika tampil di dalam pot :

1.    Pemilihan Pot
Langkah awal setelah adanya bibit kita menentukan pot yang akan digunakan, perlu diingat, karena tujuan kita menciptakan keindahan tanaman hias maka pot harus yang bagus dan baik, sperti pot semen, pot plastic, atau pot tanah. Diameter permukaan pot harus lebih besar daripada permukaan bawah atau sama besarnya.

Namun dari berbagai macam jenis bahan pot yang lebih baik untuk tanaman anggur adalah pot yang berbahan dasar tanah, hal ini cukup baik pengaruhnya bagi tanaman, karena pot dari bahan dasar tanah memiliki pori-pori pada bagian dasarnya yang dapat menyerap air.

Sehingga akar tanaman tidak mudah kekeringan apabila terlambat menyiram dan tidak akan lebab apabila terlalu banyak air penyiraman, maka gunakan lah pot yang terbuat dari tanah. Untuk menunjang keindahan tanaman, pot dari bahan dasar tanah ini sekarang banyak yang memiliki ukiran-ukiran cantik pada bagian luarnya.

2.    Media Tanam
Media tanam yang digunakan untuk tanaman anggur di dalam pot harus sesuai dengan karakteristik tanaman. Media tanam yang cocok untuk anggur adalah pasir dan pupuk kandang, kenapa pasir? Karena pasir mudah ditembus oleh akar tanaman aggur.
Sebelum dimasukan kedalam pot pasir dan pupuk kandang diaduk terlebih dahulu. Untuk lebih bagus lagi sepertiga bagian bawah pot diisi oleh tanah gembur, supaya menghambat keluarnya air dari pot.

3.    Cara Menanam Ke Dalam Pot
Pertama masukan pecahan batu bata atau genting pada dasar pot, kemudian masukan media tanam yang sudah dicampur rata, isi pot sampai hampir penuh. Kemudian buat lubang tanam ditengahnya lebih besar sedikit dari polybag yang dipakai bibit.

Selanjutnya polybag dilepas dan masukan bibit tersebut pada lubang yang telah disediakan, atur posisi tanaman agar kelihatan tegak, selanjutnya tutup permukaan dengan media tanam lagi.
Kemudian siram tanaman tersebut, ketika selesai penyiraman maka permukaan tanah akan menurun hingga 5 cm dari bibir pot, hal ini terjadi karena pemadatan media tanam. Selanjutnya simpan tanaman tersebut di tempat yang terkena sinar matahari secara penuh.

4.    Perawatan Tanaman
Perwatan yang dilakukan pada tanaman anggur yang ada di dalam pot sama halnya seperti merawat anggur yang ditanam di kebun. Namun, perawatan tidak sesulit yang dilakukan di kebun. Hal-hal perlu diperhatikan dalm merawat tanaman anggur dalam pot ini antara lain:

•    Penyiraman. Untuk melakukan penyiraman tanaman anggur dalam pot dilakukan setiap hari, dan waktunya pada sore hari. Kemudian pada waktu penyiraman harus hati-hati supaya percikan air tidak merusak media tanam yang berupa pasir dan pupuk kandang yang mudah bergerak apabila terkena air, jangan sampai merubah posisi akar.


•    Pemberian Ajir. Fungsi ajir pada tanaman anggur sangat penting, agar bibit anggur tumbuh lurus. Ajir bisa berupa kayu atau bilah bamboo setebal 1,5 cm dengan panjang 1 m. ajir ini hanya berfungsi sebagai penyangga bibit sampai tiba waktu pemangkasan pertama.

Pada awal penanaman, bibit anggur diikat longgar dengan ajir. Dalm pertumbuhannya, tanaman anggur dengan sendirinya akan tumbuh memanjat dengan bantuan sulur.
Untuk memperoleh cabang yang menarik, pohon anggur harus diberi penopang yang berfungsi sebagai panjatan. Panjatan ini ditanam di dalam pot, berupa bilah bambu setebal 2 cm dengan panjang 1,5 m yang berupa lilitan kawat. 

Satu pot diberi empat bilahan bambu yang ditancapkan dipinggir pot. Penopang bambu ini akan menjadikan tanaman anggur dalam pot bisa dilihat dari berbagai arah. Bentuk percambahannya pun dapat diatur sehingga dapat berbentuk bulat seperti bola, slinder, atau paying.

Pemupukan. Tanaman angggur yang baru ditanam dalam pot dapat diberi pupuk urea, dosis yang diberikan cukup satu sendok makan. Pupuk tersebut diberikan setiap dua minggu sekali sampai tanaman berumur tiga bulan.Setelah berumur tiga bulan, pupuk yang diberikan diperbanyak menjadi dua sendok makan . pupuk diberikan sebulan sekali.

5.    Supaya Tanaman Cepat Berbuah
Hal yang terpenting supaya mempercepat tumbuh buah yaitu pemangkasan pada ranting yang menyebabkan bunga keluar dan cabang tersier. Ketika cabang tersier sudah berwarna coklat atau sudah berumur tiga bulan, pemangkasan boleh dilakukan.

Pemangkasan hanya dilakukan pada cabang tersier dengan mata tunas menonjol. Pemangkasan ini dilakukan pada ruas keempat atau kelima dari pangkal cabang.

Pada pemangkasan pertama, malai bunga yang muncul biasanya masih berukuran kecil. Jumlah malai berangsur-angsur akan bertambah pada pemangkasan kedua, ketiga, dan seterusnya
Bunga yang muncul setelah pemangkasan lama-kelamaan akan mekar dan menghasilkan buah-buah kecil berwarna hijau. Buah ini akan terus berkembang dan mencapai pertumbuhan maksimal setelah 105-110 hari sejak pemangkasan.

Pada masa pertumbuhan buah, tanaman anggur di dalam pot perlu disiram setiap hari dan pemupukan dilakukan setiap bulan. Adapun pupuk yang diberikan berupa NPK sebanyak dua sendok makan.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Budidaya Kacang Panjang dan Cara Menanamnya

Setelah kita dapat menentukan lahan atau kebun untuk budidaya kacang panjang langkah selanjutnya membersihkan lahan dari tanaman-tanaman lain, seperti rumput, gulma atau sisa-sisa tanaman lain yang pernah ditanam ditempat tersebut.


budidaya kacang panjang, cara menanam kacang panjang


Pembersihan rumput sebelum menanam kacang panjang biasanya dilakukan menggunakan alat manual seperti cangkul atau menggunakan mesin traktor. Supaya sisa tanaman tersebut tidak dipakai sarang penyakit maka sebaiknya dibakar. Bisa juga proses pembersihan rumput atau gulma ini dengan cara kimiawi yaitu dengan memberikan roundup, Actril DS, Satrunin 500/50 EC, dan Paracol.

Setelah pembersihan selanjutnya lakukan penjangkulan tanah atau penggemburan, dengan pencangkulan ini supaya tanah yang ada didalam supaya tidak memadat dan terangin-anginkan untuk menghilangkan racun. Setelah selesai biarkan tanah selama 1 minggu.

Setelah 1 minggu lakukan penyisiran tanah sekaligus dilakukan pengapuran, apabila tanah memiliki pH kurang dari 5,5, karena tanah untuk media tanaman kacang panjang harus memiliki keasaman (pH) antara 5,5-6,5. Setelah selesai pengapuran maka biarkann tanah terangin-angin selama 1 minggu.

Tahap selanjutnya pembuatan bedengan, fungsi pembuatan bedengan ini sama  halnya seperti tanaman-tanaman lain yaitu untuk tempat penanaman, memudahkan peresapan air hujan maupun air pengairan, memudahkan pemeliharaan tanaman, dan memudahkan pemanenan.

Lebar bedengan untuk system penanaman dua jalur berukuran 100 cm – 120 cm, sedangkan untuk penanaman satu jalur lebarnya 60 – 70 cm. tinggi bedengan untuk tanaman kacang dilahan kering (tegalan) yaitu 20 cm, sedangkan untuk lahan bekas sawah, tinggi bedengan 30 cm. dan panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi luas lahan yang ada. Dan untuk lebar parit 40 cm.

Pemberian pupuk dasar, selai pengolahan tanah juga perlu pemberian pupuk alam, seperti pupuk kandang, kompos, atau pupuk hijau. Pemberian pupuk dasar ini dilakukan satu minggu sebelum penanaman. Biasanya pemberian pupuk ini berbarengan pada  saat pembuatan bedengan.

Tahapan selanjutnya sebelum penanaman kacang panjang yaitu sterilisasi tanah. Sterilisasi dilakukan secara kimiawi dengan menggunakan pestisida, misalnya Basamid 3G lebih efektif karena dapat memberantas ulat tanah, cacing tanah, gulma, dan cendawan. Tujuan dari sterilisasi ini untuk mengurangi hama dan penyakit, dan biasanya dilakukan berbarengan dengan pemupukan dasar.

Tahap selanjutnya pemasangan mulsa plastic hitam perak. Ada beberapa hal positif yyang didapat tanaman kacang apabila menggunakan mulsa plastic hitam perak ini disbanding menggunakan mulsa jerami, mulsa plastic bening, dan tanpa menggunakan mulsa sama sekali.


Mulsa plastic hitam perak merupakan mulsa plastic yang memiliki dua  permukaan yang berbeda, yakni permukaan satu berwarna hitam dan permukaan yang lain berwarna perak. Kedua warna permukaan tersebut memiliki sifat atau fungsi yang berbeda pula.

Permukaan yang berwarna perak berfungsi memantulkan sinar ultra violet matahari yang dapat merubah iklim mikro di sekitar tanaman. Pemantulan cahaya matahari tersebut juga akan membantu menyempurnakan proses fotosintesis tanaman sehingga pertumbuhan tanaman dapat lebih sempurna dan hasil panennya pun lebih tinggi.

Selain itu, pantulan sinar ultraviolet tersebut juga dapat mengusir kutu daun sehingga dapat mencegah tanaman kacang panjang terserang kutu daun maupun penyakit virus yang ditularkan oleh kutu.

Sedangkan  permukaan plastic yang berwarna hitam berfungsi menekan pertumbuhan rumput, gulma, serta cendawan di dalam tanah. Kedua permukaan plastic memiliki fungsi yang berbeda, maka untuk pemasangannya jangan sampai keliru.
Pengadaan Benih, tanaman kacang panjang diperbanyak dengan biji, maka untuk membudidayakan kacang panjang yang ditanam adalah bijinya. Untuk mendapatkan benih kacang panjang yang siap tanam bisa kita beli di took-toko penyedia benih atau dengan pembibitan sendiri.

Untuk penanaman benih bisa langsung ditanam di lahan yang sudah ditentukan, namun, sebaiknya sebelum penanam dilakukan seleksi terlebih dahulu agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, seperti, biji utuh tidak cacat, luka, atau pecah, biji yang dipilih seragam, biji berwarna mulus mengkilap dan tidak ada noda apapun pada mata bijinya, biji tidak terserang hama dan penyakit, biji bersih dari kotoran, biji murni tidak tercampur dengan varietas lain, biji tidak keriput, dan biji bentuknya normal.
Penentuan waktu tanam yang tepat ialah pada musim kemarau, kenapa harus musi kemarau??? Karena menanan pada musim kemarau memberikan hasil yyang lebih baik disbanding musim penghujan.

Hal itu disebabkab oleh iklim atau cuaca pada pada musim kemarau sangat menujang untuk pertumbuhan benih dan pertumbuhan tanaman selanjutnya. Sedangkan pada musim penghujan cuaca sangat lembab, suhu udara  cukup dingin, dan intensitas sinar matahari sangat rendah. Selain itu pada musim hujan sering terjadi gangguan hama dan penyakit yang menyerang tanaman. Maka lebih baik penanam dilakukan awal musim kemarau ata akhir musim hujan.

Jarak tanam untuk tanaman kacang panjang adalah 50 cm x 50 cm, 45 cm x 50 cm, 50 cm x 60 cm, dan 50 cm x 30 cm tergantung dari varietas yang akan ditanam, misalnya, varietas putih super dan hijau super, jarak tanam yang digunakan 50 cm x 50 cm, untuk varietas biji hitam jarak tanam yang digunakan 45 cm x 50 cm, untuk varietas lurik super dan varietas merah putih super, jarak tanamnya 50 cm x 60 cm. sedangkan varietas local, jarak tanamnyanya 50 cm x 30 cm atau 40 cm x 60 cm.
Pemberian air atau penyiraman pada tanaman kacang panjang sangat penting diperhatikan, karena pemberian air harus seimbang tidak boleh terlalu banyak maupun kekurangan.

Pengairan sebaiknya diberikan pada pagi hari atau sore hari pada saat suhu udara dan terik matahari rendah, sehingga lebih efektif karena proses evapotranspirasi (penguapan air tanah dan air tanaman ) berlangsung lamban.

Pemupukan pada tanaman bertujuan untuk pemberian zat makanan yang dibutuhkan tanaman. Jenis pupuk yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tanaman terhadap unsure hara makro dan unsure hara mikro adalah pupuk organic, yaitu: pupuk kandang, kompos, dan pupuk hijau. Dan pupuk anorganik, yaitu: urea, SP-36, KCl, dan pupuk daun.

Pemasangan lanjaran sangat penting untuk menunjang pertumbuhan tanaman kacang supaya dapat tumbuh secara vertical. Lanjaran untuk tanaman kacang bisa berupa bamboo yang dibelah-belah dengan ukuran 4  cm dan panjang 2 m.

Pemasangan lanjaran dilakukan pada saat tanaman sudah mencapai ketinggian 20 cm. cara memasang lanjaran dilakukan dengan cara menancapkan lanjaran sedalam kira-kira 20 cm, dengan jarak sekitar 25 cm dari pinggir bedengan dan dekatdengan batang tanam.

Tahap selanjutnya adalah pemangkasan terhadap batang dan daun, hal ini bertujuan supaya tanaman terangsang untuk pembentukan cabang baru agar tanaman dapat berbuah lebih banyak. Pemangkasan pada pucuk batang tanaman ini hanya dilakukan sekali ketika tanaman telah berumur 25 hari setelah tanam.

Budidaya Semangka dan Cara Menanamnya

Buah semangka salah satu jenis buah-buahan yang cukup mudah untuk dibudidayakan. Kenapa demikian? Karena semangka sangat mudah tumbuh di dataran tanah yang memiliki ketinggian 0-1000 m dpl. Jadi untuk budidaya semangka bisa dilakukan di datran rendah maupun dataran tinggi.

budidaya semangka, cara menanam semangka






Pemilihan Tanah
Untuk lebih memaksimalkan dalam membudidayakan semangka sebaiknya pilih tanah yang cocok untuk pertumbuhan tanaman semangka ini. Tanah yang baik untuk menanam semangka harus memiliki keasaman tanah pH 5,5-6,5. Tetapi tanaman ini masih bisa tumbuh di bawah pH 5, sehingga tanaman ini dapat tumbuh dilahan gambut.

Tanah yang dipilih untuk penanaman harus yang cukup gembur dan kaya bahan organic, apabila kita sudah dapat menentukan lahan yang akan ditanam, kemudian tanah diolah, seperti biasa halnya sebelum menanam tanaman kita harus membersihkan lahan yang akan diolah kemudian lahan dibajak atau dicangkul.

Setelah dicangkul dengan halus , langkah selanjutnya membuat bedengan dengan panajang 12-15 m, lebar 1,5-2 m atau sekitar 3-4 m. setelah bedengan siap kemudian buat lubang tanam dengan ukuran 40 x 40 x 30 cm. jarak tanamnya didalam baris sekitar 1,2-1,5 m. setelah itu, lubang tanam diberi pupuk dasar yang terdiri dari 4 kg pupuk kandaang, 28 gram pupuk DS, 22 gram pupuk ZK, dan 15 gram pupuk ZA.

Cara Pembibitan
Penanaman semangka dilakukan dengan menggunakan biji (benih). Sebelum menjadi bibit yang siap ditanam, benih disemai terlebih dahulu dalam pot plastic atau polybag dengan media tanah dan pupuk kandang yang steril.

Cara penyemaian benih yaitu, pertama bibit biji semangka direnggakan supaya mempermudah proses pertumbuhan, tahap selanjutnya rendam benih biji semangka dalam 1 liter air dengan campuran 1 sendok the hormone (Atronik, Menedael, Abitonik), 1 sendok feres fungisida (obat anti jamur), 0,5 sendok the peres bakterisida. Setelah direndam 10-30 menit, diangkat dan ditiriskan sampai air tidak mengalir lagi dan bibit siap dikecambahkan.

Kantong-kantong pesemaian diletakan berderet agar terkena  sinar matahari. Lakukan pemupukan dilakukan lewat daun supaya cepat berkembang dan pupuk di campur obat. Lakukan pemupukan 3 kali sekali.

Setelah bibit memiliki daun 2 lembar atau berumur epat minggu, maka bibit sudah siap ditanam di lahan terbuka atau kebun dengan jarak tanam antar bibit 1 m.

Cara Penanaman
Penentuan pola tanam pada tanaman semangka dilakukan dengan pola monokultur. Pembuatan  pembuatan lubang tanam penanaman bibit semangka pada lahan lapangan, setelah persemaian berumur 14 hari dan telah tumbuh 2 helai daun.

Sambil menunggu bibit cukup besar, dilakukan pelubangan pada lahan dengan kedalaman 8-10 cm. persiapan pelubangan lahan tersebut dilakukan 1 minggu sebelum bibit dipindahkan ke darat.
Berjarak 20-30 cm daritepi bedengan dengan jarak antar  lubang sekitar 80-100 cm atau tergantung tebal atau tipisnya bedengan. Setelah dilakukan pelubangan, lahan selanjutnya digenangi air sekitar tinggi bedengan, dan dibiarkan sampai air meresap.

Sebelum bibit batang ditanam, lakukan terlebih dahulu perendaman, agar mudah melepaskan polybag yang dipakai. Langkah imunisasi dilakukan dengan cara merendam selama 5-10 menit dan disertai campuran larutan obat-obatan.


Cara Pemeliharaan Tanaman
Dalam proses pemeliharaan tanaman ada beberapa tahapan pemeliharaan yang umum diberikan, diantaranya proses penyiraman, penyiangan, pembubunan, penjarangan dan penyulaman, dan terakhir pemupukan.

Penyiraman pada tanaman yang baru ditanam dilahan terbuka atau kebun sangat penting, apabila penyiraman melalui saluran-saluran bedengan maka air harus dijaga jangan sampai meluap menggenangi permukaan bedengan.

Penyiangan yang dilakukan pada tanaman semangka harus hati-hati karena, jangan sampai batang primer dan sekunder terpotomg atau rusak. Proses penyiangan ini bisa dilakukan antara 3-4 kali selama masa tanam.

Setelah beberapa hari penanaman selanjutnya dilakukan pembubunan. Pembubunan yaitu proses membubun tanah agar akar menyerap makanan secara maksimal dan diikuti dengan proses perempelan, yaitu proses penyortiran tunas-tunas muda untuk dibuang yang tidak berguna dan akan menghambat pertumbuhan tanaman semangka.

Penjarangan dan penyulaman pada  tanaman semangka dilakukan setelah berumur 3-5 hari, apabila tanamann yang telat pertumbuhannya dan akan menyebabkan kematian maka segera ganti tanaman tersebbut dengan bibit baru. Dan lakukan penjarangan dengan menyisakan 2-3 tanamansaja.

Pemupukan yang diberikan pada tanaman semangka yang cukup pesat pertumbuhannya, sebaiknya diberikan pupuk P dan K serta 1/3 bagian pupuk N diberikan untuyk pupuk dasar. Campuran pupuk P dan K diberikan dalam lubang tanam (sedalam 5-8 cm) sejauh 5-8 cm dari biji. Jika menggunakan pupuk DS dan ZK, maka setiap lubangnya hanya diberikan 28 gram pupuk DS dan 22 gram pupuk ZK.

Pemberian pupuk N sebaiknya diberikan sebanyak tiga kali. Apabila pupuk N yang diberikan berupa pupuk ZA (sejumlah 45 gram/tanaman), maka berilah pupuk sebanyak 15 gram/tanaman.
Pemberian pupuk pertama diberika pada saat tanaman mulai ditanam, pemberian pupuk kedua diberikan pada tanaman sudah setinggi 1 m, sedangkan pemberian pupuk ketiga setelah tanaman sudah berbuah sebesar telur ayam.

Pembuahan
Para petani di negara Jepang biasanya hanya memelihara satu buah saja buah saja pada setiap cabangnya. Jadi, dari setiap pohonnya hanya akan diperoleh 3-4 buah saja. Pembuahannya diatur pada ketiak daun yang sama, kira-kira 1,5 m dari lubang tanam.

Apabila tanama sudah mngeluarkan buah maka segera beri alsa jerami kering, alas jerima ini untuk menghindari percikan air hujan, sebab air hujan akan mengakibatkan kebusukan pada buah apabila terkena langsung pada badan buah. Untuk ukuran yang baik setiap hektar dapat menghasilkan buah sebanyak 8-10 ton.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.


Budidaya Sawi Putih dan Cara Menanam Sawi

Iklim
Untuk melakukan budidaya sawi putih ini kita harus mengetahui terlebih dahulu keadaan iklim yang cocok untuk pembudidayaan, karena keadaan iklim ini salah datu faktor awal atau utama untuk keberhasilan perkembangan budidaya sawi putih ini kedepannya.

budidaya sawi, budidaya sawi putih, cara menanam sawi



Suhu udara yang cocok untuk pertumbuhan sawi putih ini yaitu antara 19°C - 21°C.  suhu udara yang terlalu tinggi dari batas yang telah ditentukan akan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan tanaman sawi dan tidak akan tumbuh dengan sempurna.

Kelembabab udara yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman sawi putih yang optimal berkisar antara 80% - 90%. Kelembaban udara diatas 90% akan berdapat negative terhadap tanaman sawi putihaa, tanaman  akan mengalami pertumbuhan yang tidak sempurna, tinaman tidak subur, kualitas daun jelek, dan apabila pemnanam ditujukan untuk pembenihan maka produksi biji pun rendah.
Curah hujan yang baik untuk tanaman sawi putih ini ialah 1000-1500 mm/tahun, dan perlu diketahui, bahwa tanaman sawi tidak menyukai air yang berlebihan atau menggenang.

Tanah
Tanah yang baik untuk media budidaya tanaman sawi putih ini yaitu, yang subur, tanah, gembur, memiliki kedalaman yang cukupdalam, dan tanah mudah mengikat air. Permukaan tanah yang mmemiliki ketinggian 1000m dpl sangat cocok untuk tanaman ini.

Waktu Yang Tepat Uuntuk Penanaman Sawi Putih
Sawi putih akan lebih baik ketika mulai penanamannya pada akhir musim penghujan dan meamsuki musim kemarau, biasanya bertepatan pada bulan Maret – April. Apabila penanama dilakukan pada mmusim penghujan, hal tersebut rentan terhadap serangan hama dan penyakit.

Lahan

Pertama penyiapan lahan untuk persemaian benih, tempat untuk persemaian yang baik ialah:
  1. Tempat harus mendapatkan sinar matahari yang penuh
  2. Tempat persemaian harus dekat dengan sumber air yang bersih dan banyak
  3. Tempat persemaian harus dekat dengan rumah atau camp supaya mudah diawasi
  4. Tempat persemain tidak jauh dari lahan penananam atau kebun
  5. Tempat persemaian tidak terkena banjir atau air menggenang
  6. Media tanam untuk persemaian harus subur, gembur, dan dapat menahan air dengan baik
  7. Tempat persemaian harus bebas dari tanaman pengganggu, seperti rumput, sisa-sisa tanaman lain, dan batu-batu kecil

Bibit tanaman sawi putih dapat ditanam dilahan terbuka atau kebun pada umur 21-30 hari, sedangkan persiapan tanah persemaian 15 hari. Maka, persiapan tanah persemaian harus dilakukan lebih awal berselisih 36-45 hari dari jadwal saat tanam di kebun. Sehingga waktu tanam akan tepat


Pembibitan
Banyak para petani yang membudidayakan tanaman sawi dengan melalui pembibitan generative (melalui biji). Untuk mendapatkan bibit yang baik maka perlu disemai terlebih dahulu sebelum ditanam di kebun, karena benih yang langsung ditanam di kebun biasanya hasilnya kurang baik.
Ada beberapa cara untuk mendapatkan benih yang baik:
  1. Pilih biji yang utuh yaitu tidak cacat atau luka, karena biji yang cacat akan sulit tumbuh, kalaupun yumbuh mutunya jelek.
  2. Biji sehat, yaitu tidak terserang hama dan penyakit
  3. Biji tidak terscampur dengan biji jenis lain
  4. Biji tidak keriput, untuk memisahkan antara keriput dan tidak caranya lakukan poerendaman, dan biji yang baik akan tenggelam dan yang keriput akan mengapung.

Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah untuk lahan tanam sawi harus sudah diolah 3 minggu sebelum tanaman sawi dipindahkan dari persemaian. Pengolahan tanah dilakukan tiga tahap, tahap pertama tanah dibajak dengan mesin traktor atau manual dengan kedalaman 30-40 cm. tanah yang sudah dibajak dibiarkan selama 1 minggu. Dengan demikian tanah kan mengalami proses pemasaman atau oksidasi.

Setelah 1 minggu lahan diolah kembali pada tahap kedua. Pada tahap ini tanah digemburkan dengan cangkul, supaya tanah menjadi remah, dan sekaligus diratakan. Kemudian tanah dibiarkan lagi serlama 1 minggu agar tanah terangin-angin dan terkena sinar matahari.
Tahap ketiga, yaitu tahap penggemburan tanah lagi dengan cangkul tipis-tipis sedalam 30 cm dan sekaligus dilakukan pembuatan bedengan dan selokan.

Pembuatan Bedengan
Ukuran lebar bedengan yaitu 100 cm -120 cmdan panjang 30 cm 40 cm, tergantung varietas yang akan ditanam. Tanaman yang ditanam pada musim penghujan sebaiknya ukuran tinggi bedengan 40 cm agar tanaman terhindar dari genangan air. Sedangkan untuk selokan lebarnya 40 cm. dan pada sekeliling bedengan dibuat drainase selebar 50 cm.

Pemberian Pupuk Dasar
Pemberian pupuk dasar ini biasanya dilakukan berbarengan pada saat pembuatan bedengan. Pupuk yang diberika terdiri dari pupuk kandang, kompos, atau pupuk hijau. Dosis pupuk kandang yang diberikan 10-20 ton/ha. Pemupukan dasar ini bisa juga menggunakan  pupuk anorganik Harmony BS1 dan Harmoni P1. Untuk menggantikan pupuk kandang. Penggunaan pupuk cair ini bisa dilarutkan pada air.

Pemasangan Mulsa plastic
Untuk menjaga kualitas tanaman sawi, penggunaan mulsa plastic hitam perak dapat diterapkan. Dengan menggunakan mulsa plastic hitam perak pada bedengan penanaman dapat memberikan hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan bididaya tanpa menggunakan mulsa plastic hitam perak.

Penanaman Bibit Di Kebun
Ada  beberapa tahapan penanaman sawi putih dilahan terbuka atau kebun, seperti, pemindahan bibit dan seleksi bibit, pengaturan jarak tanam, cara menanam, dan waktu menanam.
Cara memindahkan bibit dari tempat persemaian ke kebun dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan system cabut dan system putaran.

1.    System cabut, yaitu bibit dicabut secara hati-hati (pelan), untuk mencegah kerusakan pada akar pada saat mencabut sebaiknya tanah disiram air sedikit hingga cukup basah. Kemudian tanaman ditanam ke dalam lubang tanam yang dipersiapkan di kebun.

2.    System putaran, yaitu bibit dicabut beserta tanahnya. Sebelumnya tanah disiram oleh air sampai cukup basah. Setelah itu, tanaman bisa langsung ditanam kedalam lubang tanam yang sudah dipersiapkan di kebun.

Penyulaman
Bibit yang ditanam di kebun tidak semuanya tumbuh dengan sempurna, seperti, tanaman rusak, tumbuh kerdil dan kurus, bahkan tanaman ada yang mati. Tanaman-tanaman yang mengalami gangguan atau mati harus segera diganti dengan tanaman yang baru agar produksinya tetap tinggi. Penyulaman biasanya dilakukan seminggu setelah penanaman.

Pemupukan Susulan
Pemupukan susulan dilakukan setelah pemupukan dasar yang telah dilakukan pada saat pengolahan tanah. Pupuk yang diberikan pada pemupukan kedua yaitu pupuk organic atau pupuk kimia buatan pabrik. Jenis pupuk yang anorganik diberikan adalah pupuk Nitrogen (N), pupuk Phosphat (P) dan pupuk Kalium (K). jenis pupuk NPK ini sangat penting diberikan, karena untuk menambah kekurangan unsure hara NPK yang terdapat dalam pupuk kandang dan yang terdapat di dalam tanah.

Penyiangan
Proses penyiangan dilakukan supaya tanaman kecil atau rumput-rumpu dan gulma tidak mengambil zat-zat makanan tanaman sawi. Ada dua cara untuk melakukan penyiangan ini yaitu proses manual, mekanik dan kimiawi.

Proses manual dapat dilakukan dengan mencabut rumput-rumput dan gulma dengan tanagan atau cangkul. Sedangkan proses secara kimiawi yaitu dengan cara menggunakan obat-obatan pembunuh rumput dan gulma. Sedangkan secara mekanik, yaitu pencabutan rumput dan gulma dilakukan oleh mesin.

kolam ikan tanah

kolam ikan tanah
Tata Cara budidaya ikan dikolam tanah (bukan terpal / tembok permanen) sangat disarankan untuk memutar Video dibawah ini, silahkan klik :
keberhasilan budidaya perikanan sangat tergantung terhadap bibit, cara budidaya, pakan, iklim dan penanganan penyakit ikan.
--SEMOGA SETELAH MELIHAT VIDEO DIATAS, BUDIDAYA PERIKANAN KITA BERHASIL--

Monday, 4 February 2013

Khasiat dan Manfaat Buah Anggur Dapat Menyambung Nyawa

Manfaat Buah Anggur Dapat Mempperpanjang Umur Hidup Ikan

Buah anggur memang banyak penggemarnya, walaupun harganya agak tinggi dibanding dengan buah-buah yang lain. Namun tidak banyak orang yang mengetahui manfaat buah anggur yang dapat memperpanjang peluanng hidup.

Anggur merupakan tanaman buah perdu yang merambat. Anggur berasal dari Amerika, tetapi budidaya anggur sudah dikembangkan di Timur Tengah sejak 4000 SM. Anggur memiliki rasa yang enak ternyata memiliki manfaat besar bagi kehidupan makhluk hidup lainnya.

Salah satu zat senyawa organic yang dimiliki anggur yaitu Resveratrol. Senyawa tersebut telah terbukti dalam penelitian terhadap species ikan Nothobranchius turzeri yang dapat memeperpanjang peluang hidup ikan tersebut.

Peluang hidup ikan yang rata-rata sembilan minggu, bertambah 50% setelah makanannya dicampur dengan senyawa Resveratrol. Sebelumnya pernah juga dilakukan penelitian yang menunjukan bahwa Resveratrol dapat memeperpanjang peluang hidup ragi dan serangga. Baru kili ini pengaruhnya terbukti pada hewan bertulang belakang.

Para ilmuwan menduga senyawa Resveratrol dapat memperpanjang hidup karena dapat mempertahankan kekuatan pussat system saraf otak. Hal ini didasarkan pada hasil pembedahan tubuh ikan yang makanannya diberi senyawa Resveratrol.

Hasil menunjukan bahwa neuron-neuron otaknya tidak rusak sebesar yang dialami oleh ikan yang tidak diberi Resveratrol.
Senyawa yang umumnya ditemukan pada buah anggur ini mungkin dapat juga berpengaruh pada manusia. Meskipun demikian, pengaruhnya hingga bisa memperpanjang umur pada tubuh masih belum diketahui.

khasiat buah anggur, manfaat buah anggur

Jenis-jenis Anggur yang Dapat Dimakan

Anggur termasuk jenis tanaman marga Vitis. Namun, tidak semua jenis marga ini dapat dimakan. Adapun yang dapat dimakan hanya dua jenis, yaitu Vitis vinifera dan Vitis labrusca. Kedua jenis tanaman anggur ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1.    Kulitnya tipis
2.    Rasanya manis dan seegar
3.    Dapat tumbuh ditaran rendah hingga 3oo m dpl.dan beriklim kering
4.  Anggur jenis ini, diantaranya anggur Gross collma, Probolinggo biru dan putih, Situ bondo kuning, Alphonso lavaile, dan Golden champion.

Adapun ciri-ciri tanaman anggur jenis vitis labrusca, yaitu sebagai berikut:

1.    Kulitnya tebal
2.    Rasanya masam dan kurang segar
3.    Dapat tumbuh di dataran rendah hingga 900 dpl
4.    Anggur jenis ini, diantaranya anggur Delaware, Carman, Beacon, dan Isabella.

Kalau Anda ingin mencoba menanam anggur, bisa anda ikuti petunjuknya disini cara menanam anggur dalam pot

Dari kedua jenis tersebut, anggur yang banyak dikembangkan di Indonesia dan direkomendasikan oleh Departemen Pertanian sebagai jenis unggul, yaitu jenis Vitis vinifera dari varietas anggur Probolinggo biru dan Alphonso lavaile. Namun, ada juga yang dianjurkan ditanam, antara lain anggur Gross collman, Probolinggo putih, Isabella, Delaware, Chifung, dan Australia.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi anda, tolong share keteman anda melalui google plus dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih

Budidaya Talas dan Cara Menanam Talas

Ada beberapa tahapan untuk melakukan budidaya talas diantaranya: pengolahan tanah, pemilihan benih, penanaman, pemupukan, penyiraman, pnyiangan dan pembumbunan, pembuangan anakan dan stolon, dan pembuangan bunga. Untuk lebih jelas tahapan-tahapn tersebut akan dibahas satu persatu di bawah ini.

budidaya talas, cara menanam talas


Pengolahan Tanah

Tanah memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan tanaman, maka untuk memaksimalkan hasil dari tanaman talas maka tanah harus benar-benar diolah supaya dapat memberikan hasil yang maksimal pada tanaman yang tanam di tanah tersebut.

Pengolahan tanah bisa menggunakan alat seperti cangkul, garpu, atau mesin traktor, tanah diolah sampai gembur dengan kedalaman 20-30 cm. selain itu, pengolahan tanah dimaksudkan untuk menyingkirkan rumput-rumput dan tanaman liar.

Kemudian setelah proses pembajakan sebaiknya tanah dibiarkan selam 3 hari, hal ini supaya proses pelapukan dan oksidasi bahan organic berlangsung lebih sempurna. Setelah itu tanah kemudian diratakan dan sekaligus pemberian jarak tanam yang disesuaikan dengan luas lahan yang ada.
Barisan sebaiknya mengarah ke timur agar matahari bisa menyinari tanaman secara merata. Barisan juga bisa dibuat bedengan dengan ketionggian gundukan 20 cm.

Pemilihan Benih

Ada beberapa cara untuk mengembangbiakan talas, diantaranya : dari biji, jaringan, anakan dan stolon, bonggol, dan mata tunas umbi. Di postingan kali ini akan di bahas langkah budidaya talas dengan menggunakan benih anakan, mata tunas umbi dan bonggol.

Anakan dan Stolon

Anakan bisa didapatkan dari tunas-tunas yang tumbuh berdekatan dengan pangkal pohon induk yang sudah dewasa atau dari ujung-ujung stolon. Anakan yang akan dijadikan bibit harus sudah cukup besar, umbinya sudah mulai berkembang dan tingginya 60-70 cm.

 Bibit lebih dahulu dipelihara di bedengan yang tanahnya diolah dengan baik dan diberi pupuk organic. Jarak tanam antar bibit berkisar 10-15 cm dan dirawat secara baik hingga berkembang agak besar dan siap ditanam di areal penanaman.

Untuk menjaga kelembaban, keseluruhan bedengan bisa ditutup dengan dedaunan atau diberi atap dari plastic tembus padang. Cara lainnya adalah dengan menabur bibit-bibit kecil (setelah sebagian daun dan umbinya dipotong) dalam kantung-kantung plastic berdiameter 7,5 cm di persemaian yang terbuka. Jaraknya berdempetan dan dirawat hingga berdaun 3-4 helai dan mencapai ketinggian sekitar 50 cm.


Bonggol

Budidaya talas dengan menggunakan bibit bonggol paling sering dilakuka oleh para  petani Indonesia. Yang dimaksud dengan bonggol adalah potongan bagian kepala umbi utama lengkap dengan pakal pelepah daun sepanjang kira-kira 30 cm. dengan cara ini, satu pohon talas hanya menghasilkan satu bibit saja.

Beberapa petani berpendapat bahwa pengembangbiakan melalui bonggol memberikan hasil yang lebih tinggi daripada melalui cara anakan dan stolon . namun cara ini tidak mampu memenuhi pola tanam secara luas, masal, dan komersial.

Mata Tunas Umbi

Letak mata tunas biasanya berada di permukaan umbi yang dilindungi oleh pelepah daun. Bila kuncup ujung dibuang atau mati, maka mata tunas berpeluang untuk berkembang.

Mata tunas ini bisa dirangsang dan dijadikan bibit. Caranya, umbi talas dipotong-potong serta diusahakan agar setiap potongan minimal memiliki satu mata tunas dan bagian umbi yang besarnya memadai,sehingga berat keseluruhan menjadi 25 gram.

Potongan umbi kemudian ditanam dalam nampan-nampan yang diisi tanah, pasir, dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Untuk mencegah pembusukan, umbi dapat dibalur dengan fungisida dan diangin-anginkan selama  1-2 hari sebelum disemaikan.

Alas nampan sebaiknya diberi lubang supaya terterjadi genangan air. Kemudioan calon bibit perlu dirawat dengan baik, disiram sehari sekali dan ditutup dengan plastic transparan untuk menjaga kelembaban, namun sinar matahari masih bisa menembus.

Bila sudah muncul tunas sekitar 10-15 cm, sebaiknya segera dipindahkan ke persemaian dederan dengan jarak tanam 20-25 cm. bisa juga disemaikan dalam kantong plastic yang sesuai (berdiameter 7,5-10 cm) agar bisa tumbuuh pesat. Antar kantong diberi jarak agar bibit persemaian tumbuh sehat. Bibit bisa dipindahkan setelah mencapai ketinggian kira-kira 50 cm.

Cara Penanaman

Untuk penanaman bibit talas dilahan terbuka sebaiknya dilakukan pada waktu awal musim penghujan, karena tanaman talas sangat rentan dengan kekeringan. Apabila dalam penanam kekurangan air 2-3 hari maka bibit bisa mengalami kematian.

Bibit cabutan (anakan yang dipotong daunnya) dapat dibenamkan langsung pada lubang tanam sedalam mungkin hingga mendekati dasar lubanng. Jika bibit yang disemaikan dalam kantong plastic, maka plastic harus dibuang terlebih dahulu agar umbi dan akar tidak terganggu.

Untuk menjaga kelembaban tanah dan supaya tanah subur, maka lahan disekitar perakaran bisa diberi mulsa berupa jerami, potongan rumput kering, dedaunan, dan lain-lain.

Jika tidak turun hujan maka talas harus disiram secara teratur. Jika kekurangan air, talas bisa terganggu pertumbuhannya dan sulit untuk dipulihkan lagi, meskipun disiram dengan air yang banyak.

Pemupukan

Pemupukan awal dilakukan sebelum bibit ditanam. Pupuk kandang atau kompos sangat baik untuk pupuk awal, berikan satu cangkul pupu pada setiap lubang. Pemupukan juga bisa  diberikan dengan pupuk anorganik yang mengandung fosfat (ISP, dll) kalium (KCl, dll) sebagai tambahan. Disis yang diberikan 125 kg TSP dan 150 kg KCl, selain itu pupuk dengan unsure P da K bisa diberikan.

Pupuk kedua diberikan sekitar 4 minggu setelah penanaman, dengan pupuk urea dengan dosis sekitar 2 sendok makan per pohon atau 75 kg/ha. Pemupukan terakhir diberikan ketika tanaman  suda berumur 3 bulan dari penanaman. Pemupukan bisa diberikan pupuk urea dengan dosis 75 kg/ha dan KCl 150 kg/ha.

Penyiangan dan Pembumbunan

Penyiangan  sangat penting untuk menjaga proses pertumbuhan talas agar tetap baik, karena kalau gulma atau rumput disekitar tumbuh akan merebut jatah makanan tanaman talas. Proses penyiangan dilakukan 3 bulan setelah penanaman dilakukan.

Pembuangan Anakan dan Stolon

Pembuangan anakan atau stolon sangat penting dilakukan, hal ini untuk menjaga agar makanan induknya tidak terganggu. Akhirnya umbi pun tidak berkembang dengan maksimal.

Pembuangan anakan dan stolon harus dilakukan dengan hati-hati menggunakan pisau yang tajam, supaya tidak mengenai indukan. Kalau mengenai indukan akan mengakibatkan tumbuhnya bakteri pada tanaman tersebut.

Pembuangan anakan pada bagian umbi yang menempel, jauh sangat sulit dibanding dengan pembuangan stolon. Anakan pada umbi talas sangat banyak apabila menggunakan bibit talas bogor dibanding dengan bibit talas bentul yang lebih sedikit.

Pembuangan Bunga

Pembuangan bunga pada talas dimaksudkan untuk menjaga agar umbi yang dihasilkan dapat memiliki bentuk yang sempurna tidak cekung. Karena secara tidak langsung pembungaan yang diikuti terbentuknya buah akan menyedot cadangan makanan yang aada pada umbi.

Hama

Belalang dau, penanggulangannya dengan menyemprotkan pestisida dan menjaga kebersihan di areal tanam.

Ulat daun, penanggulangannya dengan menyemprotkkan pestisida, diantaranya Carbaryl, Dichorvos, Kuinalfos, Disulfan, dll.

Tungau, penanggulanggannya dengan menyempprotkan pestisida, seperti Azodrin, Galectron, Benlate dll
Penyakit

Hawar daun, penanggulangannya dengan menyemprotkan pestisida, menjaga kebersihan di area tanam, dan membakar daun yang terserang.

Busuk umbi, penanggulangannya dengan memilih bibit yang sehat tidak infeksi, rendam bibit dalam air yang diberi fungisida, memisahkan tanaman yang sakit atau dimusnahkan, jangan mengambil air dari lahan yang terinfeksi, dan apabila serangan cukup hebat, maka lahan jangan ditanami talas selama 3 musim tanam.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi anda, tolong share keteman anda melalui google plus dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih